Pendapatan Intiland Ditopang Proyek Perumahan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Intiland Development menargetkan pendapatan penjualan (marketing sales) untuk tahun 2017 ini bisa meningkat hingga 40 persen dibandingkan marketing sales 2016. Tahun lalu Intiland berhasil meraih marketing sales mencapai Rp1,632 triliun, lebih rendah 13 persen dibandingkan tahun 2015 yang mencapai Rp1,874 triliun.

intiland-istimewa

“Melihat situasi ekonomi yang sudah menunjukan tren positif tahun ini kami menargetkan peningkatan marketing sales 35-40 persen dibandingkan tahun 2016. Banyak kondisi yang membuat kita melakukan strategi ulang maupun menunda peluncuran proyek baru sehingga pencapaian tahun 2016 menurun dari tahun sebelumnya,” ujar Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com, Jumat (27/1).

Pelemahan ekonomi dan ketidakstabilan politik sepanjang tahun 2016 lalu disebut Archied berdampak langsung pada penurunan kinerja perusahaan. Kendati pemerintah telah mengeluarkan beragam kebijakan yang pro pasar, namun ketidakstabilan politik telah membuat situasi pasar menunggu dan ragu untuk mengambil keputusan bertransaksi properti.

Melihat histori pencapaian marketing sales tahun lalu, porsi terbesar diraih dari penjualan kawasan perumahan sebanyak Rp648 miliar (40 persen), dari pengembangan mixed use dan highrise Rp590 miliar (36 persen), dan segmen pengembangan kawasan industri sebesar Rp81 miliar (5 persen).

Pendapatan dari pengembangan properti yang diraih Intiland mencapai Rp1,319 trilin (81 persen) sementara dari pendapatan berulang (recurring income) Rp313 miliar (19 persen). Selesainya proyek perkantoran South Quarter dan penyewaan bangunan pabrik di Ngoro Industrial Park telah menjadi pendorong naiknya porsi recurring income perushaan dengan kenaikan mencapai 23 persen.

“Kami masih akan berkonsentrasi pada pengembangan kawasan perumahan karena segmen ini terbukti bagus dan meningkat mencapai 22 persen dari Rp530 miliar tahun 2015 menjadi Rp648 miliar tahun 2016. Penjualan ini ditopang unit-unit rumah di Graha Natura Surabaya dan Serenia Hills, Jakarta Selatan, dan kami akan kembali meluncurkan 2 proyek baru mixed use dan highrise di Jakarta dan Surabaya untuk tahun ini,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me