Pemkab Bantul Akan Selektif soal Izin Perumahan

Big Banner

Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan selektif dalam menerbitkan izin prinsip pembangunan perumahan di lima kecamatan setempat yang sebelumnya terkena kebijakan moratorium perumahan.

“Untuk moratorium perumahan sudah ada kajiannya dan kemarin sudah ketemu bupati, intinya dibuka lagi tapi selektif,” kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul, Isa Budi Hartomo di Bantul, Senin (30/1).

Menurut dia, kebijakan moratorium penerbitan izin pembangunan perumahan di lima kecamatan Bantul yang ditempuh pemkab telah berakhir pada akhir Desember 2016, sehingga pada 2017 ini pembangunan perumahan kembali dibuka.

Ia mengatakan, sebelum memutuskan menghentikan moratorium perumahan di lima kecamatan, beberapa instansi terkait termasuk dinas ini melakukan kajian agar kebijakan yang ditempuh sesuai program pembangunan daerah.

“SK moratorium perumahan itu sampai akhir 2016, karena tidak ada surat lagi otomatis dibuka, namun dengan beberapa pertimbangan, misalnya adanya lahan pertanian abadi. Jadi tidak serta merta dibuka semua, tapi selektif,” katanya.

Ia mengatakan, selektif dalam mengizinkan pembangunan perumahan itu yaitu selain mempertimbangkan regulasi yang ada, juga tidak menggusur lahan pertanian yang sesuai peruntukkannya bukan untuk perumahan.

“Ada sebuah sistem yang kita pakai, intinya pengajuan izin perumahan akan diproses ketika sesuai kondisi. Ini beda dengan kawasan bebas perumahan. Jadi, kita harap pengembang perumahan tanya dulu sebelum masuk, kira-kira bisa tidak,” katanya.

Ia juga mengatakan, apabila permintaan pengembang perumahan di lokasi yang tidak sesuai peruntukannya misalnya di atas lahan hijau maka pemerintah daerah tidak mengizinkan, karena bisa menggangu produksi pangan daerah.

“Perlu ada upaya bagaimana kita pertahankan lahan abadi sekaligus sediakan kebutuhan rumah. Jadi kalau mau aman itu, bangunlah rumah di tempat yang bukan sawah. Dari pihak REI juga sudah ketemu dengan bupati,” katanya.

Adapun lima kecamatan di Bantul yang mulai pertengahan 2015 hingga akhir 2016 diberlakukan moratorium pembangunan perumahan adalah Kecamatan Banguntapan, Sewon, Kasihan, Pleret dan Kecamatan Bantul.

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me