Penjualan Dave Apartment Tembus 70 Persen

Big Banner

DEPOK, KOMPAS.com – Presiden Direktur PT Diamond Land Development Adam Bilfaqih mengatakan besarnya potensi pasar apartemen mahasiswa membuat pihaknya akan fokus di sektor tersebut. Penjualan apartemen mahasiswa yang dibangun di sekitar kampus Universitas Indonesia, Depok, itu terbilang bagus.

“Untuk itu kami juga harus fokus produknya, mulai perpustakaan, internet, kolam renang dan lainnya, apalagi apartemen ini hanya terdiri dari satu tipe, yaitu 22 meter persegi dengan konsep mezzanine sehingga lebih luas,” ujar Adam usai melakukan prosesi penutupan atap Dave Apartment di kawasan Kukusan, Depok, Sabtu (28/1/2017).

Saat ini penjualan Dave Apartment sudah mencapai 70 persen dari total 868 unit. Capaian itu terbilang bagus, karena sejak dipasarkan pada akhir 2015 lalu kondisi pasar properti sedang lesu hingga akhir 2016 lalu.

Selain itu, pasar untuk kalangan mahasiswa memang tidak pernah sepi peminat. Tren itu cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Makin banyak perguruan tinggi di wilayah Depok dan ini kerap menjadi alasan utama pengembang menggarap proyek hunian vertikal dekat kampus. Terbukti dari beberapa pengembangan apartemen yang diperuntukkan mahasiswa di wilayah Depok, pasarnya terserap secara maksimal,” ujar Adam.

Bayu Setiawan, Managing Director PT Diamond Land Development menambahkan tingginya pasar mahasiswa karena setiap tahun ada ribuan mahasiswa diterima di perguruan tinggi di kawasan itu. Di UI saja misalnya, sekitar 12.000 mahasiswa baru diterima di perguruan tinggi negeri tersebut. Bahkan, pada 2015, jumlah itu bertambah hingga mencapai 14.000 orang, baik dari program diploma, S-1, magister, maupun doktoral.

“Potensi pasar ini sangat besar karena terkait kebutuhan sewa tempat tinggal, apalagi mahasiswa UI tidak hanya berasal dari Jabodetabek, tapi juga dari seluruh Indonesia, termasuk mahasiswa asing,” ujar Bayu.

Sejak dipasarkan pertama kali harga unit apartemen yang terletak pintu belakang kampus UI itu ditawarkan di angka Rp 230 juta. Bayu mengatakan saat ini harganya sudah mencapai Rp 380 juta per unit.

“Sekarang ini kawasan Kukusan punya potensi penginapan atau indekos cukup tinggi dengan rentang harga Rp2 juta sampai Rp 3 juta,” kata Bayu.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me