Infrastruktur Dikebut, Penjualan Koridor Timur Melesat (3)

Big Banner

Para pengembang di Bekasi optimis infrastruktur yang dibangun di koridor timur akan membuat proyeknya diminati masyarakat. “Jika semua infrastruktur yang saat ini sedang dibangun selesai maka Bekasi akan semakin mudah diakses sehingga kami yakin permintaan akan properti pun semakin meningkat,” ujar Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi, perumahan yang dikembangkan Gunas Land di kawasan Narogong Bekasi.

Dari total lahan Vida Bekasi seluas 130 hektar, Edward menyatakan 60 persennya atau seluas 78 hektar sudah digunakan untuk membangun klaster dan beberapa infrastruktur pendukung seperti sekolah, arena sports club, fasilitas pendidikan, fasilitas daur ulang sampah, dan lahan perkebunan.

“Kami juga punya rencana membangun rumah susun low rise, empat sampai lima lantai, di Vida Bekasi karena harga tanah makin lama makin tinggi dan daya beli masih rendah,” kata Edward. Saat ini Vida Bekasi tengah memasarkan klaster Botanica yang akan merangkum sebanyak 200 unit rumah di atas lahan seluas 3 hektar.

Ada tiga tipe rumah yang ditawarkan yakni Basil dengan luas bangunan (LB) 47 m2 dengan luas tanah (LT) 60 m2 seharga Rp 490 juta serta Rosemary dan Rosemary Villa dengan dimensi 60/84 seharga Rp 600 juta hingga Rp 660 juta.

Keoptimisan juga diungkapkan PT Langgeng Makmur Perkasa, pengembang apartemen Wismaya Residence Bekasi. Dengan rencana pengoperasian sebagian ruas Tol Becakayu pada bulan Maret 2017, General Manager Marketing and Sales Wismaya Residence, Andreas Irwan Herwanto semakin optimis akan berdampak positif pada penjualan Wismaya Residence.

Proyek Wismaya Residence direncanakan serah terima pada akhir 2018. Saat ini pembangunan telah mencapai tahap pembuatan lantai basement. Dari sekitar 2.00 unit, untuk tower A sudah terjual 50% lebih. “Konsumen yang membeli Wismaya Residence tahu perkembangan Bekasi sangat pesat dari infrastruktur hingga sarana transportasi massal.

Dari pembeli yang berdomisili di Jakarta, Jakarta Selatan menempati ranking kedua setelah Jakarta
Timur,” ungkap Andreas. Peluang yang besar akan permintaan hunian vertikal di Bekasi, ditangkap oleh PT Pikko Land Development Tbk.dengan membangun kawasan terpadu bernama Thamrin District.

Pikko menjadikan kawasan seluas 1,6 hektar itu sebagai kawasan terpadu dengan lima menara apartemen strata title setinggi 24 lantai. Setiap menara itu merangkum 549 unit apartemen. Menara hunian tersebut dirancang bersinergi dengan ruko komersial dan fasilitas gaya hidup, pusat perbelanjaan dan lainnya.

Presiden Direktur PT Pikko Land Development Tbk, Nio Yantony, mengatakan Bekasi Selatan dan Jalan Ahmad Yani akan menjadi etalase Kota Bekasi yang terus berkembang. Berbagai aktivitas perdagangan dan jasa terkonsentrasi di sepanjang kawasan paling sibuk di Kota Bekasi ini. ”Untuk itu, kami berharap Thamrin District dapat memfasilitasi kebutuhan penduduk maupun pekerja industri untuk mendapatkan tempat tinggal yang nyaman,” ucap Yantony. MPI/YS Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me