Infrastruktur Dikebut, Harga Tanah Koridor Timur Melesat (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Februari 2017 menurunkan ulasan infrastruktur khususnya dikoridor timur Jakarta. Disebutkan dengan dikebutnya pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut telah membuat harga tanah terus beranjak rata-rata bisa 15% hingga 50% per tahun untuk jangka panjang.

Pengembang yang membangun proyek di Jakarta Timur dan Bekasi terlihat optimis menjalani tahun 2017. Bagaimana tidak, walaupun kondisi bisnis properti belum pulih benar, tetapi mereka yakin properti yang dipasarkan akan diminati masyarakat. Salah satu keoptimisan itu didasari banyaknya pembangunan infrastruktur di koridor timur saat ini.

Di koridor timur, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. saat ini sedang membangun Light Rail Transit (LRT) rute Bekasi Timur-Cawang sepanjang 18,5 kilometer yang progresnya saat ini sudah mencapai 12%. Koridor LRT Bekasi-Cawang sendiri merupakan bagian dari pekerjaan tahap pertama proyek LRT
Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

Koridor ini akan dilengkapi dengan 6 stasiun dari mulai Cawang sampai Bekasi Timur. Dari Cawang, lintasan LRT yang dibangun akan melintasi jalan Tol Jakarta- Cikampek. ”Jadi, secara teknis, dengan prestasi kurang-lebih 12% (Bekasi Timur-Cawang) ini, kami mengharapkan bisa selesai pada pertengahan 2018 infrastrukturnya. Dengan begitu, kami masih punya waktu sekitar 8 bulan menyelesaikan installment, rolling stock, dan sistemnya,” ujar Budi Harto, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. beberapa waktu lalu.

Setelah stasiun Cawang, stasiun kedua yang akan dibangun berlokasi di Jaticempaka. Lintasan akan dibangun menerus secara melayang. Stasiun ketiga akan berlokasi di Jatibening dan stasiun ke empat ada di sekitar Cikunir. Nantinya stasiun akan dibangun terintegrasi dengan infrastruktur lain seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan lain-lain.

Terus ke arah timur, lintasan LRT ini akan terhubung dua stasiun lagi yakni di kawasan terhubung dengan proyek residensial Grand Dhika City yang dikembangkan oleh PT Adhi Persada Properti, anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Lalu setelah mangkrak selama 22 tahun, pembangunan tol Bekasi-Cawang- Kampung Melayu (Becakayu) yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Jakarta Timur juga terus dikebut pembangunannya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan ruas Jakasampurna-Universitas Borobudur sepanjang 8 kilometer siap dioperasikan pada Maret 2017. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini progres pembangunan Jalan Tol Becakayu seksi I sudah mencapai 78%. “Maret sepanjang 8 kilometer sudah bisa operasi. Untuk sisanya dari Universitas Borobudur-Pasar Gembrong 3 kilometer akan diselesaikan akhir 2017,” kata Basuki.

Hak konsesi jalan Tol Becakayu dimiliki oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku investor selama 45 tahun. Tol Becakayu dirancang sepanjang 21,04 kilometer, terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi I (Kasablanka-Jaka Sampurna) dan Seksi II (Jaka Sampurna- Duren Jaya). Panjang Seksi I adalah 11 kilometer, dan Seksi II 10,04 kilometer.

Untuk pembangunan seksi I saja, biaya pembangunannya sebesar Rp5,7 triliun yang dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. MPI/YS Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com