Pengembang Menilai Positif Penghapusan Gerbang Tol Karang Tengah

Big Banner

Serpong, KOMPAS.com – Menjamurnya pusat perbelanjaan, gedung perkantoran dan perguruan tinggi membuat kawasan, Serpong, terus berkembang menjadi pusat bisnis di tepi barat Jakarta. Masalah kemacetan di kawasan itu diharapkan bisa teratasi.

Pengembang menilai rencana pemerintah menghapus gerbang tol Karang Tengah pada pertengahan 2017 ini akan berdampak positif bagi kawasan Serpong dan sekitarnya, khususnya Alam Sutera. Kemacetan yang ditimbulkan gerbang tol tersebut merupakan salah satu kendala bagi pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.

“Terutama kami yang di Alam Sutera. Dengan adanya wacana ini, waktu tempuh Puri Indah ke Alam Sutera dan sebaliknya cuma 10 menit. Sebaliknya akses menuju Tomang dan Bandara (Soekarno-Hatta) akan menjadi lebih singkat,” ujar Anwar Adewijaya, Direktur Marketing Pacific Garden Style Residence, Alam Sutera, Senin (30/1/2017).

Anwar mencatat, bersebelahan dengan Jakarta Barat dan sebagai salah satu daerah penyangga, Serpong telah berkembang sedemikian pesatnya dalam kurun 10 tahun terakhir. Hal itu terutama akibat pertumbuhan ekonominya yang ditunjang pertumbuhan hunian, baik horizontal maupun vertikal.

Selama ini, lanjut dia, akses gerbang tol Kunciran telah menjadikan wilayah Serpong lebih mudah diakses. Kemudahan itu mendorong kenaikan harga tanah hingga 300 persen dalam lima tahun terakhir.

Akibatnya, peningkatan perekonomian dan hunian di kawasan tersebut mendorong tingginya jumlah penduduk berikut dengan mobilitasnya. Volume kendaraan bertambah yang bahkan melebihi kapasitas gerbang Tol Karang Tengah sehingga kerap menimbulkan kemacetan parah pada waktu pergi dan pulang kantor.

“Ini menjadi kendala bagi pertumbuhan investasi di kawasan ini. Maka, bisa dikatakan implementasi kebijakan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pergerakan usaha, dan tentu saja nilai properti,” ujar Anwar.

Untuk itulah, pihaknya meluncurkan Pacific Garden Style Residence. Proyek apartemen itu dibangun di lahan seluas 1,4 hektare.

Rencananya pihaknya menyiapkan tiga tower apartemen mulai tipe studio, dua kamar tidur, dan gabungan keduanya. Harga unit-unit apartemen tersebut dipasarkan mulai Rp 492 juta.

Seperti diberitakan, Pemerintah berencana menghapus gerbang tol (GT) Karang Tengah di Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengevaluasi rencana tersebut yang disesuaikan dengan integrasi tol sebelumnya yaitu Cikarang Utama-Palimanan untuk klaster 1 dan Palimanan-Brebes Timur untuk klaster dua.

“Kalau menurut tim Teknologi dan Informasi (TI) untuk pengalaman klaster 1 dan 2 kita set up, kan banyak yang berubah. Kita harus tahu pengendara masuk di mana dan keluar di mana,” ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Trisaputra Zuna, Senin (11/7/2016) silam.

properti.kompas.com