Kalau Jalan Trans Papua Rampung, Perekonomian pun Bakal Nyambung

Big Banner
Jalan Trans Papua yang dikebut pengerjaannya oleh PUPR. Foto: Rumah123/Kementerian PUPR

Pembangunan Jalan Trans Papua terus dikebut pengerjaannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Diharapkan jalan tersebut dapat diselesaikan antara 2018 atau 2019.

Jalan penghubung pegunungan Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu‎ sepanjang 278,6 km itu, diusahakan Kementerian PUPR rampung pada akhir tahun ini. Jalan ini untuk mengatasi biaya perekonomian yang mahal di Pegunungan Wamena karena aksesnya sulit dijangkau.

Baca juga: Jalan Tol Batang-Semarang Bisa Dilalui Mudik Tahun Ini, Tapi…

“Tidak hanya untuk mendorong perkembangan ekonomi di perkotaan, tetapi membangun infrastruktur di perbatasan juga untuk mengurangi ketimpangan. Pembangunan jalan itu prinsipnya agar bisa lebih cepat, aman dan murah,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Kamis (26/1).

Jalan Trans Papua memiliki total panjang 4.330,07 kilometer. Hingga akhir 2016, sudah tersambung 3.851,93 km. Pada tahun ini, PUPR menargetkan penyambungan sekitar 3.963,87 km. Sementara untuk pembangunan jalan baru di Jalan Trans Papua tahun sebelumnya sudah mencapai 231,27 km. Dan tahun ini, akan ada penambahan jalan baru sejauh 143,35 km.

Baca juga: 2018, Sudah Bisa Bablas Tol Trans Jawa Nih!

Selain itu, PUPR juga menyelesaikan Jalan Perbatasan Papua dengan total panjang 1.098,2 km, hingga akhir 2016 sudah tersambung sepanjang 884,3 km. Kemudian, pada 2017 akan dibangun 8 km jalan baru, sehingga hingga akhir tahun 2017 ditargetkan 892,3 km sudah tembus.

Pembangunan daerah perbatasan dan pinggiran tidak hanya sekadar membangun jalan untuk konektivitas antardaerah, tapi juga untuk mengembangkan kawasan perbatasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. (Wit)

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me