Harga Properti Naik Terlalu Cepat

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kendati situasi pasar properti tengah lesu mayoritas konsumen menyatakan puas terhadap prospek properti Indonesia dalam jangka panjang.  Survei yang dilakukan sebuah portal properti online bersama Intuit Research Singapura terhadap  1.010 responden menyebutkan 76 persen menyatakan puas, 45 persen menganggap harga properti saat ini terlalu tinggi, 41 persen menilai performa ekonomi belum bagus, dan 74 persen menyatakan harga properti naik terlalu cepat. Survei bertajuk property affordability sentiment index  yang dirilis Selasa (31/1), juga menyebutkan beberapa indikator lain terkait keyakinan konsumen terhadap sektor properti.

Summarecon Bekasi : Salah satu proyek yang dikembangkan Summarecon Agung

Summarecon Bekasi : Salah satu proyek yang dikembangkan Summarecon Agung

Ada dua faktor yang dianggap  berpengaruh besar terhadap sektor properti, yaitu demonstrasi  besar 4 November (4/11) dan 2 Desember (2/12) 2016, serta program tax amnesty. Kedua hal itu membuat sebagian konsumen memilih untuk melakukan aksi wait and see.

Konsumen juga berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendukung industri properti. Konsumen menilai beberapa kebijakan yang dikeluarkan seperti relaksasi loan to value (LTV) dan tren penurunan suku bunga KPR berdampak positif terhadap sektor properti.

Survei ini juga menyebutkan rata-rata harga rumah menengah naik menjadi Rp10 juta/m2, bertolak-belakang dengan kondisi akhir tahun lalu yang mengalami penurunan harga. Kebanyakan konsumen juga menunggu situasi pemilihan gubernur Jakarta, mereka akan melakukan transaksi properti setelah terpilihnya gubernur DKI yang baru.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me