Akhir 2016, Penjualan Apartemen Tertekan

Big Banner

 

JAKARTA – Konsultan properti JLL menyatakan bahwa pasar hunian vertikal memburuk pada kuartal IV-2016. Hal ini terlihat dari penjualan apartemen di kuartal IV-2016 yang mengalami tekanan disebabkan sentimen pasar yang negatif.

“Penyerapan residensial selama kuartal IV-2016 ini rendah disebabkan sentimen negatif, bukan daya beli masyarakat yang menurun. Faktor eksternal lainnya yaitu perlambatan laju ekonomi dan depresiasi rupiah,” kata Head of Reasearch JLL James Taylor, di Jakarta, Rabu (1/2).

Data JLL memperlihatkan bahwa pasokan hunian vertikal yang masuk ke pasar sejak akhir 2016 sampai 2020 adalah sebesar 63.000 unit. Adapun yang berhasil terjual yakni sebesar 69% dari jumlah tersebut.

James mengatakan, penjualan apartemen selama 2016 juga mengalami tekanan jika dibandingkan kuartal sebelumnya dan tahun lalu. Pada kuartal III-2016, penjualan apartemen mencapai 70%. Sedangkan pada kuartal III-2015 hunian vertikal yang berhasil terjual yakni sebesar 82%, dan pada kuartal IV-2015 mencapai 77%.

“Penjualan (marketing sales) apartemen mengalami titik terendah pada 2016,” katanya.

Sementara itu, James mengatakan pada kuartal IV-2016 rata-rata harga jual apartemen untuk semua kelas masih stabil. Menurut James, para pengembang tetap gencar memasarkan produk mereka meskipun kondisi pasar belum membaik. Beberapa pengembang, kata James, memberikan penawaran menarik seperti keringanan cicilan.

“Ini merupakan salah satu upaya agar penjualan mereka tetap sehat,” ujar James.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me