Enam Pilar Andalan untuk Jadikan Jakarta Kota Cerdas

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Dalam mewujudkan Jakarta menjadi kota yang cerdas, Jakarta Smart City, salah unit di dalam Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menerapkan enam pilar dalam program-programnya.

Pilar pertama adalah mobilitas cerdas atau smart mobility. Jakarta Smart City mendukung smart mobility dengan memanfaatkan waktu ke tempat tujuan agar lebih efisien.

“Kalau dari sisi transportasi, untuk mobilitasnya kami sering memberikan informasi kepada Transjakarta koridor mana saja yang kecepatannya kurang atau di bawah rata-rata,” ucap Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City Setiaji kepada KompasProperti, di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Kemudian, lanjut Setiaji, jika ditemukan titik bottleneck di salah satu koridor, pihaknya meminta Transjakarta untuk melakukan sterilisasi di koridor tersebut.

Di sisi lain, Jakarta Smart City juga menyediakan informasi setiap hari tentang head way atau jarak antar bus baik saat jam sibuk maupun tidak sehingga manajemen lalu lintas bus bisa tepat waktu.

Untuk itu, dengan pengelolaan yang tepat, Setiaji yakin targetnya membuat perjalanan di Jakarta dari berbagai arah bisa ditempuh hanya dalam 75 menit pada 2025 nanti bisa terealisasi.

Baca: Sewindu Lagi, Keliling Jakarta Hanya Memakan Waktu 75 Menit

Selanjutnya, pilar kedua adalah dengan menerapkan smart government yang salah di antaranya menggunakan aplikasi Qlue. Tujuannya menjadikan Pemprov DKI Jakarta lebih responsif dan transparan.

“Terus ada smart environment yang tahun lalu programnya Smart PJU (Penerangan Jalan Umum) dengan mengganti 90.000 lampu PJU sehingga ada efisiensi energi dan biaya sebesar 50 persen,” jelas Setiaji.

Berikutnya, adalah smart people. Pilar ini bertujuan membuat masyarakat Jakarta lebih cerdas dengan penyediaan banyak informasi dan menyediakan aksesibilitas pendidikan ke semua warga.

Ini termasuk beasiswa bagi masyarakat miskin yang berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di mana pun.

Pilar kelima adalah smart living yang bertujuan agar masyarakat Jakarta tinggal di tempat nyaman, aman, dan sehat.

“Lalu terakhir smart economy. Kami kerja sama dengan e-commerce seperti Go Food dan juga dengan Tokopedia agar UMKM DKI Jakarta bisa punya halaman khusus di sana,” pungkas Setiaji.

Serangkaian pilar tersebut merupakan Smart City Wheel Framework yang telah dipraktekkan secara luas sehingga pada akhirnya Jakarta menjadi smart city bisa terwujud pada 2025 mendatang.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me