Pasokan Berlebih, Harga Sewa Perkantoran di CBD Jakarta Turun

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Pasokan perkantoran di central business district (CBD) atau pusat bisnis mengalami peningkatan drastis pada 2016.

Tahun kemarin, jumlah pasokan perkantoran bertambah 450.000 meter persegi. Dengan penambahan tersebut, pasokan sampai kuartal IV-2016 mencapai 5,3 juta meter persegi.

“Pasokan 450.000 meter persegi dalam setahun ini menekan okupansi,” ujar Head of Research JLL Indonesia James Taylor di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Di tengah gempuran pasokan baru, jumlah penyerapan atau ruang yang sudah tersewa sepanjang 2016 di atas 50.000 meter persegi.

Sementara pada 2015, pasokan baru tercatat sekitar 250.000 meter persegi, dengan ruang kantor yang tersewa di bawah 50.000 meter persegi.

Penyerapan tertinggi tercatat pada tahun 2011, yakni di atas 400.000 meter persegi. Pada tahun tersebut, pasokan baru tidak sampai 150.000 meter persegi.

“Sepanjang tahun 2016, kami merasa jumlah pasokan cukup tinggi untuk sektor perkantoran, sehingga dampak dari peningkatan permintaan menjadi tidak terlalu terasa,” kata James.

Hingga akhir tahun kemarin, permintaan kuat untuk perkantoran berasal dari perusahaan e-commerce. Setelah itu, permintaan juga datang dari perusahaan jasa, perbankan dan hukum.

Sebaliknya, perusahaan yang kurang dalam permintaan ruang kantor adalah di bidang minyak, gas, atau pertambangan.

Sementar pasokan perkantoran di CBD dalam setahun terakhir menekan okupansi, para pengelola kantor harus menurunkan harga sewa supaya ruang kantor tetap terisi.

Sebagai contoh, untuk sewa perkantoran kelas A harganya turun 2,3 persen dibanding kuartal sebelumnya. Dengan adanya penurunan harga ini, okupansi secara keseluruhan tercatat 84 persen.

Jika dijabarkan, okupansi kelas premium tercatat 79 persen, kelas A 73 persen, kelas B 89 persen, dan kelas C 90 persen.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me