Realisasi Pembangunan Seksi I Tol Cisumdawu Tahun Ini

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Pembangunan Seksi I Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditargetkan pemerintah mulai bisa dibangun pada 2017 ini.

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Bambang Hartadi dalam rapat koordinasi bersama dengan Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bandung, Selasa (31/1/2017).

“Seksi satu dari Cileunyi sampai Rancakalong harus mulai dibangun tahun ini, tetapi lahannya baru bebas 72 hektar atau 37 persen,” sebut Bambang.

Seksi I sepanjang 12,025 kilometer tersebut merupakan satu dari dua seksi yang menjadi kewajiban pemerintah.

Sebelumnya, seksi II Tol Cisumdawu dari Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,365 kilometer sudah dibangun terlebih dahulu dan lahannya sudah bebas 90 persen.

Namun, untuk membangun seksi I tersebut Bambang menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan loan atau pinjaman dari China yang belum bisa cair jika syarat minimal pembebasan lahan 60 persen tidak terpenuhi.

Untuk itu, Bambang meminta bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk bisa berkoordinasi dalam pembebasan lahan seluas 60,63 hektar milik IPDN.

“Saat ini kami butuh bantuan Pemprov Jabar untuk mendorong IPDN agar mau membebaskan lahannya karena kalau itu sudah bebas maka total lahan untuk seksi I ini jadi 68 persen,” tutur dia.

Jalan Tol Cisumdawu dibangun sepanjang 60,1 kilometer dan akan terdiri dari enam seksi yang dua di antaranya telah disebutkan di atas menjadi tanggung jawab pemerintah.

Sedangkan sisanya, seksi III Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,75 kilometer, seksi IV Cimalaka-Legok 8,2 kilometer, seksi V Legok-Ujung Jaya sepanjang 16,42 kilometer, dan seksi VI Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 kilometer akan dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yakni konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada, PT Waskita Toll Road, PT Pembangunan Perumahan, PT Brantas Abipraya, dan PT Jasa Sarana.

Jalan Tol Cisumdawu akan menjadi satu-satunya jalan tol di Indonesia yang memiliki tunnel atau terowongan dengan panjang 472 meter dan diameter 12 meter.

Adapun total biaya konstruksi dan pembebasan lahan Tol Cisumdawu adalah Rp 14 triliun.

Dana ini merupakan gabungan antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pinjaman dari China.

Rinciannya, sebanyak 65 persen pinjaman dan 35 persen sisanya APBN.

“Awal 2019 Jalan Tol Cisumdawu akan selesai,” pungkas Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me