Pengembang “Gurem” Ini Percaya Diri Bersaing dengan Naga Properti

Big Banner

TANGERANG SELATAN, KompasProperti – Magnet kawasan Serpong sebagai destinasi investasi, tak kunjung surut. Tak hanya memincut pengembang raksasa skala Nasional macam Sinar Mas Land Group, atau Summarecon Agung, juga pengembang kemarin sore.

Teranyar adalah GNA Group. Kendati masih asing di telinga publik, mereka percaya diri bersaing di kawasan termaju di Tangerang Selatan itu. 

GNA Group menawarkan tiga proyek sekaligus, yakni Golden Park, Golden Park 2, dan paling baru Golden Stone.

“Golden Park dan Golden Park 2 merupakan perumahan di atas lahan seluas 7 hektar dan 4 hektar. Keduanya kami kembangkan sejak 2014 dan 2015,” tutur Direktur Utama GNA Group Georgius Gun Ho, kepada KompasProperti, Kamis (2/2/2017).

Menurut Gun Ho, penjualan kedua proyek tersebut cukup bagus. Golden Park bahkan telah memasuki tahap penyelesaian lantaran penjualannya memasuki 90 persen dari 230 unit rumah yang dibangun.

Proyek setelah Golden Park adalah The Golden Stone yang juga merupakan perumahan. Ada alasan menarik yang membuat mereka menggarap ceruk pasar rumah tapak.

Menurut survei yang mereka lakukan, 90 persen calon konsumen properti lebih memilih rumah ketimbang apartemen.

Dengan modal lahan seluas 24 hektar, GNA pun memulai pengembangan The Golden Stone. Namun, bukan hanya rumah tapak yang akan mereka bangun, melainkan juga apartemen, dan komersial.

“Untuk tahap pertama kami mengembangkan tiga klaster rumah dua lantai dengan mengambil lahan 10 hektar. Ada 1.000 unit dan sisanya untuk 18 menara apartemen serta fasilitas penunjang lainnya,” tutur Gun Ho.

Ketiga proyek rumah tapak itu diyakini Gun Ho bisa bersaing dengan proyek milik pengembang-pengembang ternama yang telah lebih dulu ada di kawasan Serpong.

Ada pun strategi untuk memenangkan persaingan dengan para naga properti tersebut di atas adalah harga kompetitif.

“Kebanyakan pengembang dalam mengembangkan proyeknya sering dikurang-kurangi karena materialnya mahal atau lainnya, tetapi kami tidak begitu. Kami maksimalkan semuanya dan kemudian harga yang kami tawarkan juga 30 persen di bawah pengembang lainnya di Serpong,” ungkap Gun Ho.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com