Perumnas Fokus Bangun Rusun di Perkotaan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Tanah yang semakin sulit dan harganya terus meningkat di perkotaan harus dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan hunian dilakukan vertikal sehingga lebih efisien dalam bentuk rumah susun (rusun) dan apartemen. Pengembangan secara horizontal tidak dimungkinkan lagi kecuali ke kawasan pinggiran yang tanahnya masih tersedia dan harganya lebih terjangkau. Keuntungan lain membangun hunian vertikal di perkotaan lebih dekat dengan tempat kerja dengan biaya transportasi lebih murah.

Rumah Susun di Jakarta

Rumah Susun di Jakarta

Inilah yang mendorong Perum Perumnas fokus mengembangkan rusun di perkotaan. Dari puluhan proyek hunian yang dikembangkan sebagian besar berupa hunian vertikal. Pengembangan rusun dinilai sebagai pilihan paling rasional karena harganya lebih murah dan terjangkau.

“Saat ini Perumnas mengembangkan 32 proyek hunian di sejumlah kota dan hampir seluruhnya berupa rusun. Di kota  sudah tidak memungkinkan untuk dibangun rumah tapak. Ini pilihan paling memungkinkan bagi pekerja, lokasinya di pusat kota dan harganya terjangkau,” ujar  Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir,  kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (1/2).

Nawir memberikan gambaran, saat ini rumah tapak yang dikembangkan Perumnas lokasinya cukup jauh dari pusat kota Jakarta (Jembatan Semanggi). Misalnya di Purwakarta, Jawa Barat, dan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Purwakarta-Semanggi jaraknya sekitar 70 km, sementara Parung Panjang-Semanggi 60 km.

“Dari Parung Panjang memang ada kereta yang bisa ditempuh 1 jam ke Tanah Abang, tapi jaraknya tetap saja sangat jauh. Kalau kita memaksakan tinggal di rumah tapak konsekwensinya pasti berat terutama aktivitas sehari-hari ke tempat kerja,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me