Office Menggeliat, Ritel Tetap Tinggi, Condominium Stagnan

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Jumlah pasokan ruang perkantoran sepanjang tahun 2016 kata James Taylor – Head of Research JLL dalam siaran pers yang diterima mpi-update Rabu (01/02) cukup tinggi dampak dari peningkatan permintaan.

Meningkatnya permintaan tersebut katanya disebabkan pasar ritel yang cenderung aktif. Sementara di pasar kondominium, peningkatan penjualan dan permintaan sudah mulai terasa di beberapa proyek namun belum merata, begitu pula belum ada perubahan signifikan dalam pertumbuhan harga .

Angela Wibawa – Head of Markets JLL menambahkan bahwa tingkat permintaan yang positif sub perkatoran, mulai terlihat lagi di triwulan 4/2016. Secara keseluruhan tahun 2016 lebih baik daripada tahun 2014 dan 2015 dilihat dari tingkat permintaan.

Namun katanya ada beberapa faktor yang terus mewarnai pasar perkantoran di beberapa tahun terakhir yaitu tingkat pasokan yang signifikan dan harga sewa yang masih turun. Tingkat permintaan di sejumlah gedung di area CBD untuk sektor E-Commerce, IT, dan professional services masih cukup mewarnai.

Tingkat permintaan perkantoran selama triwulan 4/2016 mencapai ±11,000 sqm disebabkan beberapa relokasi tenant ke gedung yang lebih baru, dengan demikian tingkat hunian masih stabil di angka 84%.”

Di sub sektor kondominium, Luke Rowe – Head of Residential, JLL mengatakan “Aktivitas pasar secara umum tidak mengalami perubahan yang signifikan selama 6 bulan ke belakang.” Pasar properti cenderung stagnan baik dari segi harga dan penjualan karena sentimen pasar yang belum merespon secara positif meskipun adanya ekspektasi setelah adanya program tax amnesty.

Saat ini katanya, para pengembang terbilang cukup aktif memasarkan produk baru dibandingkan triwulan sebelumnya, walaupun belum mengindikasikan adanya penjualan yang signifikan.

Sementara di subsektor ritel menurut James Austen – Head of Retail JLL. bahwa jumlah permintaan selama triwulan 4/2016 bisa dikatakan cukup seimbang mengingat jumlah pasokan baru yang terbatas.

Sejumlah pasokan baru yang masuk selama tahun 2016 telah diisi berbagai tenant yang melakukan ekspansi dari sejumlah pusat perbelanjaan maupun para pemain baru. “Permintaan terhadap sektor makanan & minuman (F&B) dan fast fashion masih menjadi daya tarik utama bagi konsumen untuk menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan”, katanya.

Vivin Harsanto – Head of Advisory JLL mengatakan, “aktivitas properti di triwulan 4/2016 dinilai sedikit membaik dibandingkan tahun lalu, baik pengembang maupun konsumen dinilai sudah lebih aktif di tengah kelesuan makro ekonomi.

Diharapkan di tahun depan para pengembang lebih hati-hati dengan strategi mereka dengan demikian mampu menstimulasi para calon konsumen untuk lebih aktif”

Todd Lauchlan – Country Head menambahkan bahwa masih banyak minat para investor asing sampai saat ini untuk masuk ke pasar properti Indonesia yang memiliki jumlah populasi yang masif dinilai akan mempunyai potensi untuk sektor – sektor seperti hunian vertikal, hunian horizontal, dan ritel.

Investor dari sejumlah negara di Asia seperti Cina, Jepang, Hongkong, dan Singapura berdatangan untuk berinvestasi di Indonesia hal ini positif seiring dengan bertambahnya lapangan pekerjaan, juga memicu daya saing dari para pengembang lokal.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me