Gerak Dinamis Kota Mandiri, Terus Berinovasi Agar Tetap Eksis (2)

Big Banner

Praktisi properti, Andreas Audyanto mengatakan, ada beberapa faktor utama yang menjadi motivasi bagi developer utuk mengembangkan proyek perumahan berskala kota mandiri, antara lain, peluang, modal serta profi t atau keuntungan. Tanpa faktor-faktor tersebut, tentu pembangunan kota mandiri tersebut akan sulit terwujud.

“Banyak pengembang yang memiliki mimpi besar untuk membangun proyek skala kota, namun jika tidak didukung oleh faktor-faktor tersebut, tentu akan menjadi sulit,” sebut Audy.

Audy mengatakan, kota-kota mandiri yang hadir di Indonesia saat ini telah tumbuh dan berkembang dengan luar biasa. Hanya saja, dirinya melihat memang masih ada beberapa hal yang perlu perhatikan, khususnya terkait perencanaan pembangunan.

“Perencanaan pengembangan itu sangat penting di dalam kota mandiri, khususnya terkait konsep atau jenis properti apa yang akan dibangun. Jangan sampai karena terlalu profi t oriented, sehingga properti yang telah dibangun justru membuat tingkat okupansinya menjadi rendah,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT Ciputra Residence, Yance Onggo mengatakan, berinvestasi di kawasan kota mandiri saat ini sedang menjadi trend dikarenakan menawarkan sejumlah kelebihan antara lain memberikan harapan bahwa harga akan terkelola dengan baik, termasuk prospek kenaikan harga jual, serta memberikan jaminan kenaikan populasi penduduk, dan penambahan fasilitas.

Terlebih, bila dilihat dari kondisi makro ekonomi pada tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun 2016 lalu, baik dari pertumbuhan ekonomi maupun tingkat inflasi. “Untuk situasi yang seperti ini, biasanya pasar akan memilih untuk berinvestasi di kota mandiri dan superblok karena memiliki pengembangan jangka panjang,” jelasnya.

Yance menilai, meski belum bertransformasi secara sem pura, wujud beberapa kota mandiri di Indonesia, khususnya Jabodetabek saat ini sudah berkembang dengan baik. Misalnya, kawasan-kawasan kota mandiri yang tadinya berada di wilayah pinggiran seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, saat ini justru telah menjadi pusat kota. “Karena pengembangannya memiliki pola
yang sama, yaitu melebar ke pinggiran, tidak menutup kemungkinan pengembangan berikutnya akan bergerak hingga wilayah-wilayah baru seperti Cilegon atau pun Serang.”

Terlepas dari persoalan prestis dan profi t, membangun kota mandiri sejatinya tak sekadar hanya membangun hunian dan fasilitas plus infrastruktur untuk melengkapinya.

Sebab, terlebih penting adalah bagaimana membuat kota itu bisa menghidupi “dirinya sendiri”, sehingga tidak membebani kota induknya. faktanya, walaupun sudah dimulai sejak puluhan tahun silam, hal tersebut justru masih belum terealisasi sempurnai. MPI/Riz Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com