Lava Tour, Tapak Tilas Erupsi Merapi

Big Banner

Erupsi Gunung Merapi Oktober 2010 masih segar dalam ingatan warga Yogyakarta. Gunung berapi paling aktif di Indonesia itu memuntahkan materi vulkanik dan menyapu bersih tiga desa di Sleman Yogyakarta. Sebanyak 335 jiwa tewas dalam peristiwa tersebut termasuk kuncen Gunung Merapi Mbah Maridjan.

Gunung Merapi terletak dalam satu garis lurus dengan Tugu Jogja, Kraton, dan Pantai Parangtritis. Menurut catatan, gunung ini meletus hampir setiap empat tahun sekali. Setelah erupsi besar pada 2010, kawasan Gunung Merapi sisi selatan yang berbatasan dengan Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini rata diterjang lahar dan menyisakan lautan pasir yang luas.

Setahun kemudian, musibah itu berubah menjadi berkah. Warga setempat menyulap lintasan Kaliurang menuju kaki gunung Merapi menjadi objek wisata menarik. Mereka biasa menyebutnya Lava Tour Merapi, paket wisata menjelajahi erupsi Merapi dengan mobil berkekuatan empat penggerak Jeep Willys.

“Sejak 2011 warga sini (Yogyakarta) inisiatif membuka jalur untuk wisata Merapi. Jalur ini memang sudah ada sejak dulu, tapi sekarang dirapikan supaya bisa dipakai tur,” kata Hari, pemandu wisata Merapi, kepada Investor Daily.

Lava Tour Merapi menjanjikan petualangan segar bagi wisatawan. Aktivitas wisata outdoor ini penuh pengalaman mendebarkan sekaligus sarat wawasan lingkungan. Penyedia layanan Merapi Lava Tour ini cukup banyak di Kaliurang. Namun, rata-rata rute yang ditempuh dalam Lava Tour Merapi bermula dari Parkiran Tlogo Putri, Kalikuning, hingga bunker Kaliadem dan kembali lagi ke Kaliurang.

Untuk menikmati Lava Tour Merapi, wisatawan juga dapat memilih paket wisata yang ditawarkan. Biasanya, ada empat paket dengan rentang harga dan waktu tempuh yang beragam yakni short trip, medium trip, long trip, dan sunrise trip. Semakin jauh rute yang dipilih, semakin banyak tempat yang bisa dilihat. Selama mengikuti paket wisata ini juga wisatawan akan diajak singgah ke berbagai tempat yang memiliki kisah menarik.

Di penghujung Januari 2017, Investor Daily berkesempatan melakukan Lava Tour Merapi. Kami tiba di Tlogo Putri tepat setelah umat muslim selesai menunaikan ibadah shalat Jumat. Sayangnya, saat itu kami kurang beruntung karena langit yang sejak pagi gelap ternyata menumpahkan hujan. Rencana tur pun terpaksa dibatalkan.

Keesokan harinya kami kembali selepas sarapan pagi di Kaliurang. Cuaca cukup bersahabat dan membuat kami yakin untuk melakukan tur Merapi. Kami berlima mengambil paket short trip dengan dua jeep. Oh ya, satu jeep hanya bisa ditumpangi oleh empat orang dewasa. Tiket wisata juga sudah termasuk asuransi bagi seluruh penumpang.

Pengemudi menderu jeep hingga memasuki hutan kecil dengan jalanan berbatu. Di sepanjang jalan, kami menyaksikan pemandangan beragam mulai dari perkampungan yang sudah rata dengan tanah, lautan dan gundukan pasir, sampai pemakaman massal korban Merapi.

Merapi tepat berada di depan kami. Gunung itu menjulang kokoh namun cantik. Meski puncaknya tertutup awan putih, lekuknya tetap tegas membentuk segitiga. Tetiba muncul perasaan ngilu membayangkan perut merapi dapat menyemburkan lahar sewaktu-waktu.

Bayangan itu seketika bubar saat roda Jeep menubruk batu besar dan pengemudi menahan dengan rem. Kami berteriak terkejut namun disambung tawa lepas. Jeep terus melaju dengan kecepatan tinggi. Sesekali pengemudi harus menginjak gas lebih dalam saat roda masuk ke dalam cekungan jalan maupun menanjak di gundukan batu.

Jeep kami berhenti di parkiran ‘Mini Museum Sisa Hartaku’. Museum ini menyimpan barang-barang yang tersisa dari peristiwa erupsi Merapi, seperti sepeda motor, televisi tabung, botol-botol, jam dinding, dan peralatan dapur yang tertutup abu. Ada juga kerangka hewan ternak seperti sapi dan kambing yang menjadi korban Merapi.

Setelah mengambil gambar dan melihat-lihat ke dalam museum, kami melanjutkan perjalanan dengan Jeep. Trek kali ini melewati berbagai jenis kontur tanah, dari yang liat dan licin, berbatu besar sampai berpasir. Kami kemudian turun di padang luas yang menjadi spot batu berwajah yang merupakan bongkahan batu besar yang terkena letusan Merapi.

Objek terakhir yang kami kunjungi adalah bunker merapi Kaliadem, sebuah parit besar yang berada 2 meter di bawah tanah, berbentuk terowongan tempat lahar Merapi mengalir. Kaliadem merupakan dataran tinggi dari Gunung Merapi. Dari sini, pengunjung dapat melihat puncak gunung dari 2 km jarak pandang. Sebelum letusan, Kaliadem adalah area camping ground dengan berbagai fasilitas seperti musholla, kenyamanan publik, warung permanen, menara pandang, dan lain sebagainya.

Di Kaliadem, kami beristirahat sejenak sambil menikmati kopi, teh, dan berbagai cemilan. Sesudahnya, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Tlogo Putri. Rute pulang ternyata berbeda dengan pergi, kami melewati hutan yang cukup besar dan panjang. Saat kami mulai lengah, terlihat genangan air di depan. Byur! Jeep membelah parit besar dan kami berteriak terkena cipratan air. Dua parit dan satu sungai sudah dilewati, Jeep dipacu kembali. Lava Tour Merapi ini memang seperti tidak kehabisan kejutan sampai kami kembali ke camp.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me