Sejuk… Kota Masa Depan Malaysia Dikelilingi Hutan Hujan Buatan

Big Banner

sas.setup({ domain: ‘http://adnetwork.adasiaholdings.com’, async: true, renderMode: 0});

sas.call(“std”, { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // Format : Video-Read 1×1 target: ” // Targeting });

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” /></a>

JAKARTA – Laboratory for Visionary Architecture (Lava) memiliki keinginan untuk membangun sebuah kota baru di Malaysia. Kota baru ini memiliki konsep green smart city.

Sebuah masterplan yang diusulkan dengan luas 20 km persegi ini akan dibangun di tengah-tengah hutan hujan, yakni dengan meniru ekosistem hutan yang mengadopsi sistem loop tertutup. Sehingga sumber daya yang ada di kota tersebut dapat dikontrol dan dikendalikan.

Melansir Inhabitat, Lava yang merupakan pemenang penghargaan peringkat kedua dalam sebuah kompetisi desain internasional menjelaskan, hutan kota yang diciptakan dengan luas 24 hektare dinilai berdasarkan efisiensi penggunaan lahan, kepekaan terhadap lingkungan, kemudian adanys sebuah bangunan landmark yang diwujudkan dengan gagasan hutan kota.

“Skylines di seluruh dunia tampak sama, biasanya beberapa menara ikonik di pusat kota dikelilingi oleh banyak bangunan kualitas yang lebih rendah, yang semua mirip satu sama lain,” kata Direktur LAVA Chris Bosse.

Dia pun mengatakan, dalam rancangan kota ini, yang menjadi ikon adalah ruang publik, bukan obyek atau bangunan yang ada di kota ini.

“Di sini kami telah merancang sebuah cakrawala kota terbalik di mana ikon kota adalah ruang publik, bukan obyek atau bangunan. Ruang tengah kami adalah Rainforest Valley dan menunjukkan persamaan orang dengan kota. Dari sebuah objek ke suatu tempat,” lanjutnya.

Kota ini, dijelaskannya diusulkan untuk 700.000 orang yang akan berada di atas tanah reklamasi antara Malaysia dan Singapura termasuk menara perkantoran, pemukiman, taman, hotel, pusat perbelanjaan, dan sekolah internasional.

Selain itu, akan ada Rainforest Valley yang dikelilingi oleh air terjun dan berfungsi sebagai visual dari kota sebagai ekosistem tiga dimensi. Lembah meluas seperti jari di lima arah untuk mewakili lima unsur kayu, api, tanah, logam, dan air-serta lima pilar keberlanjutan.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me