Tiga Pusat Belanja Ini Favorit Peritel dan Kelas Menengah Jakarta

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Siapa warga Jakarta yang belum menyambangi Mal Kota Kasablanka, Gandaria City, atau Plaza Blok M? Mungkin hanya segelintir. 

Sebagian besar warga lainnya, terutama kelas menengah Jakarta pasti sudah pernah berbelanja atau bersosialisasi di tiga pusat belanja kembangan PT Pakuwon Jati Tbk tersebut.

Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, A Stefanus Ridwan mengatakan, ketiga pusat belanja tersebut merupakan favorit, dan sangat diminati.

Tak mengherankan jika satu di antara ketiga pusat belanja ini, yakni Kota Kasablanka, mendapat apresiasi dari Kompas.com, sebagai pengembangan terpadu terbaik 2017.

Baca: Kota Kasablanka, Kawasan Terpadu Terbaik

Hal ini, kata Stefanus, terlihat dari catatan jumlah kunjungan per harinya yang mencapai 80.000 hingga 100.000 orang pada hari kerja (week days), dan 150.000 kunjungan pada akhir pekan (week end). 

“Pusat belanja kami juga kinerja okupansinya bagus. Nyaris 100 persen. Baik Kota Kasablanka, Gandaria City, maupun Plaza Blok M,” ujar Stefanus kepada KompasProperti, pertengahan Januari 2017 lalu.

Dia mengungkapkan, masih banyak peritel yang masuk daftar tunggu untuk mengisi ruang-ruang di ketiga pusat belanja tersebut.

“Mereka berasal dari berbagai jenis bisnis, mulai dari makanan, minuman, pakaian, aksesori, kosmetik, hingga hobi, dan hiburan,” imbuh Stefanus.

Sebagian ada dari kelompok usaha ritel besar, sebagian lagi peritel-peritel skala Nasional, dan lokal.

Di Plaza Blok M saja, kata dia, ada 10 sampai 15 peritel yang masuk daftar tunggu. Mereka akan langsung mengisi ruang ritel kosong yang ditinggalkan peritel sebelumnya karena habis masa kontraknya.

“Namun, kebanyakan sih peritel yang habis masa kontraknya akan memperpanjang hingga lima tahun ke depan,” imbuh Stefanus.

Kendati diminati peritel dan menjadi favorit warga Jakarta, namun Stefanus memastikan harga sewa ketiga mal tersebut tidak naik hingga jangka waktu tertentu. Demikian halnya dengan biaya servis atau service charge.

KOMPAS.com/Wahyu Adityo Prodjo Pengunjung Singapore Airlines-BCA Travel Fair mengantre di depan pintu masuk Main Atrium Gandaria City, Jakarta, Jumat (26/8/2016). Pengunjung mengantre sejak pukul 06.00 WIB.

Saat ini harga sewa berada pada angka rata-rata Rp 350.000 per meter persegi per bulan. Sementara biaya servis sekitar Rp 115.000 per meter persegi per bulan.

“Penetapan harga sewa ini bergantung pada lokasi, jenis bisnis, dan luas ruang yang disewa,” ucap Stefanus.

Stabil

Dalam riset JLL Indonesia, bisnis ruang ritel di Jakarta menunjukkan stabilitas pasokan, harga, maupun permintaan.

Dari total kumulasi luas pusat belanja 2,88 juta meter persegi, 89 persen di antaranya terisi para peritel. 

Angka okupansi ini, diakui Head of Retail JLL James Austen, menunjukkan kondisi sehat dengan pertumbuhan harga sewa yang juga stabil.

“Tentu saja stabilitas ini dipengaruhi, kebijakan moratorium, terbatasnya pasokan baru, dan menguatnya permintaan dari bisnis food and beverage (F and B),” kata James, Rabu (1/2/2017). 

 

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me