Tingkat Hunian Kantor di Luar Kawasan Bisnis Lebih Banyak Diserap

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Jumlah pasokan ruang perkantoran baru di kawasan bisnis Jakarta atau central business district (CBD) dan juga di daerah non-CBD bertambah.

Secara keseluruhan, pasokan ruang perkantoran di kawasan non CBD tercatat mencapai 2,6 juta meter persegi. Pada masa mendatang, penambahan diproyeksikan mencapai 500.00 meter persegi.

Baca juga: Dapur Ini Juga Berfungsi Sebagai Kantor dan Tempat Meeting! Masa Sih?

Pada 2016, tingkat ketersediaan kantor baru di kawasan non-CBD mencapai 300.000 meter persegi, sedangkan tingkat penyerapannya mencapai 100.000 meter persegi.

Kalau dibandingkan dengan kawasan CBD, maka penyerapannya jauh lebih rendah. Ruang yang sudah tersewa di CBD pada 2016 hanya 50.000 meter persegi.

Baca juga: Siapa Sih Yang Ga Mau Kerja di Kantor Kayak Gini?

Sementara penyerapan pada 2015, tingkat penyerapan ruang perkantoran di CBD juga hanya 50.000 meter persegi.

Pada tahun 2015 ini, jumlah penyerapan ruang kantor di kawasan non CBD malah tercatat lebih dari 120.000 meter persegi.

Baca juga: Bangunan Tua Dipermak Jadi Kantor Desain dan Biro Arsitek, Lebih Kekinian Lho!

“Tingkat penyerapan kantor non-CBD di atas rata-rata CBD selama 10 tahun terakhir,” ujar Head of Research JLL Indonesia James Taylor seperti dikutip oleh Kompas.com.

Berdasarkan tingkat okupansi atau keterisian, sebanyak 76 persen ruang perkantoran di kawasan non-CBD telah terisi.

Baca juga: Lihat Nih, Transformasi Gudang Menjadi Ruang Kantor yang Keren!

Wilayah yang banyak terisi ada di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat sebesar 90 persen, Jakarta Barat 82 persen, Jakarta Selatan 74 persen, Jakarta Utara dan wilayah TB Simatupang tercatat 66 persen.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me