Di Bekasi Utara Harganya Lebih Terjangkau

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Para netizen yang  pernah mem-bully habis-habisan Bekasi, Jawa Barat, perlu melihat kembali wilayah di timur Jakarta itu. Bila 2-3 tiga tahun lalu dituding panas , berdebu, dan jalannya rusak sekarang jalannya cukup bagus. Dari Jl Perjuangan di dekat Kota Bekasi menuju Kaliabang, Karang Satria, Babelan, Tambun Utara, Cibitung hingga Cikarang boleh dibilang tidak ada jalan bopeng. Sebagian dibeton dan dilebarkan. Sebagian pelebarannya belum tuntas karena menunggu anggaran. Soal panas jangan disoal, Bekasi tidak beda dengan Jakarta dan Tangerang, suhunya cukup menyengat.

Ilustrasi : Mutiara Gading City

Ilustrasi : Mutiara Gading City

“Sekarang Bekasi Utara semakin berkembang terdorong infrastruktur yang semakin bagus. Dulu kawasan ini memang kantong hunian menengah bawah tapi sekarang mulai naik kelas dan pasarnya semakin meluas,” ujar Gregorius Gun Ho, Direktur Utama Yanadito Santosa Anugerah KSO, pengembang Golden City di Jl Kaliabang, Bekasi. Golden City (40 ha) pioner pengembangan konsep hunian modern di kawasan. Semuanya hunian dua lantai, paling kecil tipe 57/60 seharga Rp694 juta.

Dibanding kawasan Bekasi Utara lainnya Kaliabang lebih cepat berkembang karena letaknya lebih dekat dengan pusat kota, stasiun, dan perumahan menengah atas Summarecon Bekasi di Jl Perjuangan. Selain Golden City di kawasan masih ada beberapa perumahan yang memasarkan rumah di atas Rp1,5 miliar. Di Jl Agus Salim yang lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Summarecon Bekasi harga rumahnya di atas Rp1 miliar ditawarkan Premier Serenity. Dengan dibangunannya jalan tol Cibitung – Tanjung Priok lansekap Bekasi Utara akan berubah secara keseluruhan. Jalan tol sepanjang  25,4 km itu akan membuat kawasan tersebut lebih terbuka dan makin cepat berkembang.

Sudah hidup

Rutenya dimulai dari gerbang tol Cibitung  di ruas tol Jakarta – Cikampek ke utara melintas dekat kawasan industri Jababeka 1 kemudian menyusuri pinggir Kali CBL memotong Jl Raya Gabus. Di kawasan Buni Bakti, Babelan, belok kiri melalui Tarumajaya sejajar dengan Jl Pasar Bojong Lama Taruma berlanjut ke Cilincing. Pembangunannya hanya sampai Cilincing karena ruas tol Cilincing – Tajung Priok dibangun lebih dulu dan sekarang hampir rampung. Jalan tol ini akan memiliki tiga gerbang, yaitu di Srimahi-Tambun Utara,  Pantai Makmur – Tarumajaya, dan Buni Bhakti, Babelan.

Di sekitar bakal gerbang tol tersebut sejak lama sudah menjadi simpul-simpul pengembangan perumahan.  Skala proyeknya cukup luas puluhan hingga ratusan hektar. Beberapa di antaranya sudah selesai dikembangkan dilengkapi fasilitas memadahi.

Sebagian lainnya masih dipasarkan. Karena itu Bekasi Utara secara umum sudah hidup dan padat karena konsumennya enduser (pemakai akhir). Di luar perumahan lebih ramai lagi, pertokoan di sepanjang jalan hampir seluruhnya hidup. Sekolah SD-SLTA juga tersedia di sekitar perumahan, termasuk klinik dan Puskesmas. Salah satu perumahan di dekat bakal pintu tol Srimahi, adalah Gading Terrace yang dikembangkan PT ISPI Pratama. Di dalamnya ada area komersial, restoran cepat saji McD, dan water park. Seperti umumnya perumahan di Bekasi Utara, awalnya pengembangnya meladeni kalangan menengah bawah kemudian berkembang ke segmen menengah.  Pengembangnya tinggal memasarkan rumah ukuran besar, paling kecil tipe 60/160 Rp955 juta.

Secara umum perumahan yang dipasarkan di Karang Satria hingga Tambun Utara dekat Srimahi  harganya cukup terjangkau dan pilihannya lebih beragam. Setidaknya ada sebelas  perumahan harganya berkisar Rp200-300 jutaan. Lokasinya di Jl Karang Satria, Jl Raya Gabus, Jejalen, Jl Kali CBL, Srimahi, Tridaya, dan Sumber Jaya. Bahkan masih ada beberapa yang menawarkan rumah bersubsidi, seperti Griya Simahi Indah, Green Permata Cibitung, Kumala Jejalen, dan Suropati Residence. Perumahan di Jl Raya Gabus paling mudah diakses dari jalan tol karena dekat dengan rencana gerbang tol Srimahi.

Segmen menengah

Pilihan lain di Babelan, Kebalen, yang menawarkan rumah menengah seharga Rp500-800 jutaan. Kawasan ini dekat Pondok Ungu dan Tarumajaya di belakang Kota Harapan Indah yang kini juga berkembang menjadi permukiman kaum menengah.  Perumahannya antara lain Vila Mutiara Gading 3 (VMG 3/80 ha), K Village dan Tre Vista Residence. Dua yang pertama di Jl Raya Babelan, sedangkan yang terakhir di Jl Taman Kebalen.  Ketiganya menggarap segmen pasar hampir sama, tipe rumahnya 36, 45, 60 dengan luas kaveling berbeda.

Selain tiga perumahan itu di dekat Tarumajaya ada Panjibuwono Residence (120 ha) di Jl Pertamina Babelan yang memasarkan cluster Casablanca (3 ha). Tipe rumahnya 45/72 dan 53/78 seharga Rp450 juta dan Rp560 juta. Perumahan ini sudah mengembangkan tiga cluster sebanyak 1.400 unit dan tahun ini akan membangun water park.

Di kawasan ini terutama perumahan di Tarumajaya prospeknya bagus  karena letaknya dekat bakal gerbang tol Tarumajaya dan Kota Harapan Indah (KHI), township seluas 2.000 ha yang dilengkapi fasilitas komplit.  Di sini perumahannya antara lain Mutiara Gading City, Grand Pondok Ungu, Segara City, dan Green Ara Residence.  Kecuali Green Ara Residence yang lainnya memasarkan rumah Rp300-500 jutaan (informasi lebih lengkap baca Liputan Utama Majalah HosuingEstate edisi Februari 2017).

Sumber: Majalah HousingEstate, edisi Februari 2017

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me