Tamansari Cyber Tawarkan Konsep Cyber Home

Big Banner

Bogor – PT Cyber Park Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Wika Realty, untuk mengembangkan hunian Tamansari Cyber. Hunian berbasis internet fiber optik yang diklaim pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, dibangun diatas lahan seluas 13 hektare (ha) di Kelurahan Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat.

“Prinsip ekonomi digital, rumah harus berkonsep digital sekaligus bisa produktif membangun ekonomi dari rumah. Memang, ada program-program fiber masuk ke perumahan berkonsep smart home, tapi apakah itu sudah menjawab sebagai tempat nyaman bekerja dari rumah?” kata CEO Cyber Park Indonesia, Dedi Yudiant, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (6/2).

Smart home dan cyber home, kata Dedi, sangat berbeda jauh. Smart home lebih kepada home user yang mengarah ke rumah konvensional mengarah digital. Sedangkan konsep cyber home, lanjut dia, lebih kepada kapasitas bandwith internet untuk melengkapi perangkat digital dalam rumah.

“Kalau mau beli smart home orang cukup pilih rumah konvensional dengan dilengkapi perangkat internet. Tapi kami membangun cyber home sebagai rumah masa depan untuk generasi Y dan generasi Z,” kata Dedi.

PT Cyber Park Indonesia mengembangkan perumahan Tamansari Cyber, hunian berbasis internet fiber optik pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Untuk membangun proyek ini, Cyber Park Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Wika Realty. Khusus untuk mengembangkan perumahan tersebut sebagai cyber home, Cyber Park Indonesia menggandeng produsen fiber optik Powertel.

“Powertel membangun kawasan hunian ini dengan fasilitas mega fiber optik. Ini satu-satunya konsep cyber home sekaligus menjadi komplek silicon valley-nya Indonesia,” klaim Dedi.

Jika selama ini banyak rumah masih mengandalkan paket internet dengan kuota dari televisi berbayar, kata Dedi, Tamansari Cyber membangun fasilitas akses internet berkapasitas besar dan cepat memakai fiber optik.

“Setiap rumah kami pasang internet kapasitas bandwith internet simetris upload dan download sama, yaitu 100 Mbps dan IP Public kalau ingin menghidupkan server sendiri dari rumah. Sekarang, sudah progres menuju 1 Gbps di setiap rumah, bahkan mulai kami upgrade menjadi 10 Gbps,” tambahnya.

Dedi menambahkan, hunian di perumahan ini pihaknya tak menjadikan kemewahan sebagai daya jual. Menurut dia, interior mewah sudah biasa, tapi rumah dengan infrastruktur internet super kencang baru hal baru di Indonesia.

“Semua pengusaha atau pebisnis berbasis jaringan (daring) atau pekerja di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi yang berkutat dengan internet bisa berkumpul di sini. Kecepatan internet di dalamnya sangat stabil, baik untuk mengunduh atau mengunggah data di dalam rumah,” ujar Dedi.

Saat ini, tipe rumah Tamansari Cyber dirancang dalam dua jenis, yaitu Homepage dan Bandwith dengan jumlah total 331 unit. Untuk tipe Homepage seluas bangunan 75 meter persegi dan luas tanah 120 meter persegi, harga yang ditawarkan Rp 1,2 miliar.

Adapun tipe Bandwith dengan luas bangunan 62 meter persegi dan luas tanah 105 meter persegi harganya dibanderol Rp 1 miliar lebih.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me