“Cyber Home” untuk Generasi Y dan Z Mulai Dijual di Bogor

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Rumah mewah atau interior yang mewah itu sih sudah biasa, tapi rumah dengan infrastruktur internet superkencang? Nah, ini baru beda,  kerena merupakan hal baru di Indonesia.

Jangan salah, konsep smart home dan cyber home itu beda. Kalau smart home (rumah pintar) mengarah pada rumah konvensional yang dilengkapi perangkat digital, maka cyber home lebih kepada kapasitas bandwith internet untuk melengkapi perangkat digital di dalam rumah.

“Kami membangun cyber home sebagai rumah masa depan untuk generasi Y dan generasi Z,” kata CEO Cyber Park Indonesia, Dedi Yudiant, seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Caldera Eco Village, Jurus Baru Harvest City Tingkatkan Penjualan

Cyber Home yang dimaksud adalah Tamansari Cyber. Perumahan dengan konsep rumah siber atau cyber home ini akan berdiri di lahan seluas 13 hektar. Lokasinya berdekatan dengan Bogor Nirwana Residence (BNR), di Kelurahan Mulyaharja, Bogor, dengan panorama Gunung Salak.

Cyber Park Indonesia menggandeng PT Wika Realty untuk mengembangkan cyber home. Dalam hal ini Cyber Park Indonesia bekerja sama dengan produsen fiber optik Powertel.

Baca juga: Penuhi Permintaan Pelanggan, Informa Merilis Custom Furniture

“Powertel yang membangun fasilitas mega fiber optiknya. Ini satu-satunya konsep cyber home di Indonesia, dan saya inginnya seperti silicon valley,” ujar Dedi.

Kalau selama ini banyak rumah masih mengandalkan paket internet dengan kuota dari televisi berbayar, di Tamansari Cyber akan tersedia fasilitas akses internet berkapasitas besar dan cepat menggunakan fiber optik.

Baca juga: Jangan Asal Punya Jendela, Maksimalkan Juga Dong.. Fungsinya!

Saat ini tipe rumah Tamansari Cyber dirancang dalam dua jenis, yaitu Homepage dan Bandwith dengan jumlah total 331 unit. Untuk tipe Homepage seluas bangunan 75 meter persegi dan luas tanah 120 meter persegi, harga yang ditawarkan Rp 1,2 miliar.

Adapun tipe Bandwith dengan luas bangunan 62 meter persegi dan luas tanah 105 meter persegi harganya dibanderol Rp 1 miliar lebih.

Baca juga: AEROPOLIS BAGI-BAGI KEBERUNTUNGAN LEWAT “BARONGSAI SHOW”

“Setiap rumah kami pasangi internet berkapasitas bandwith internet simetris upload dan download sama, yaitu 100 Mbps dan IP Public kalau ingin menghidupkan server sendiri dari rumah. Sekarang sudah progres menuju 1 Gbps di setiap rumah, bahkan mulai kami naikkan menjadi 10 Gbps,” katanya.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me