Ini Empat Komponen Perbaikan Jalan Strategis Nasional

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan jalan strategis nasional saat ini telah berada dalam kondisi rusak parah.

Kondisi rusak parah tersebut berada di Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) yang membentang melewati tiga provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Ini pertama di Jawa Barat dari mulai Pamanukan sampai Palimanan. Langsung kami tangani karena sudah ada kontraknya dan akan kami dorong supaya efektif,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, di Jakarta, Senin (6/2/2017).

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, saat ini sembilan ruas jalan yang terbentang dari Pamanukan-Lohbener-Palimanan sepanjang 102,23 kilometer telah mendapatkan penanganan serta rehabilitasi besar-besaran.

Sedangkan untuk provinsi Jawa Tengah, terdapat dua wilayah ruas jalan yang teridentifikasi mengalami kerusakan parah dan ringan.

Pertama dimulai dari Ruas Jalan Pejagan-Prupuk-Batas Banyumas-Ajibarang-Wangon dengan total panjang mencapai 99,93 kilometer.

Kemudian yang kedua, yakni mulai dari Ruas Jalan Wangon–Buntu–Kebumen-Purworejo-Karangnongko (Batas DI Yogyakarta) dengan total mencapai 138,29 kilometer.

Penyebab kerusakan jalan strategis nasional itu adalah pengendalian air karena hujan, kemudian kendaraan dengan beban berlebih, peningkatan volume lalu lintas yang semakin tinggi, dan perubahan tata guna lahan.

Setidaknya ada empat komponen yang menjadi perhatian dan harus dilakukan bersamaan dalam hal perbaikan jalan strategis nasional tersebut.

“Pertama mengenai perkerasannya, kedua bahu jalannya harus diperbaiki terlebih dahulu terutama untuk lajur-lajur yang masih sempit, ketiga drainasenya, dan empat kelengkapan jalan untuk keselamatan lalu lintas,” tutur Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Poltak Sibuea.

Perbaikan drainase dianggap Poltak sebagai satu hal yang sangat penting di samping perkerasan jalan.

Pasalnya, jika drainase tidak bekerja sempurna maka akan berpengaruh terhadap kekerasan jalan.

“Musuhnya jalan ini kan air, bukan hanya hujan tapi yang paling parah adalah genangan air yang masuk ke dalam perkerasan jalan kemudian melemahkan itu, maka dari itu drainase harus terus mengalir agar tak terjadi genangan,” ungkapnya.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me