Pembangunan LRT Jabodebek Terbentur Biaya

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pembangunan proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tampaknya bakal berjalan tidak seperti harapan semula. Sinyal tersebut datang dari Istana yang menyatakan ada perubahan skema pembiayaan proyek tersebut. Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65/2016, tentang perubahan atas Perpres Nomor  98/2015  Tentang Percepatan Penyelenggara Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, proyek senilai Rp23 triliun itu dibiayai  dengan APBN.

Ilustrasi

Ilustrasi

Namun anggaran proyek tersebut kalau dibebankan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terlalu besar. Pemerintah juga belum memutuskan skema pembiayaannya. Padahal tahap pertama proyek tersebut sudah berjalan, yaitu Cibubur – Cawang dan Bekasi Timur – Cawang. Sedianya setelah tahap pertama rampung akan langsung diteruskan pembangunan tahap II Cibubur – Bogor.

Kemarin, Senin (6/2), dalam rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membahas perkembangan proyek LRT Jabodebek, para menteri diminta memutuskan skema pembiayaannya dalam waktu satu minggu ke depan.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, kemarin di Istana, mengatakan, masalah ini akan dirapatkan sehingga akan ada berbagai kemungkinan. Selain itu kebutuhan modal kerja Adhi Karya selaku kontraktor untuk pembangunan tahap pertama sebesar Rp7 triliun juga belum dicairkan pemerintah.

housing-estate.com