Lippo Cikarang Luncurkan JR Connexion

Big Banner

 

CIKARANG – Lippo Cikarang dan Kementerian Perhubungan meluncurkan transportasi Jabodetabek Residensial Connexion (JR Connexion). Moda transportasi ini akan mengakomodasi perjalanan penduduk dari Lippo Cikarang menuju Jakarta. Layanan ini dikelola oleh AO Shuttle yang sekaligus menyediakan armada bus JR Connexion.

Kepala Divisi Support Service Lippo Cikarang Eddy Triyanto mengatakan, moda transportasi ini menjadi sangat penting bagi pengembangan kawasan Orang County di Lippo Cikarang. Saat ini, kata Eddy, penduduk Orange County mencapai 46.000 dan akan bertambah menjadi 70.000 dalam lima tahun ke depan.

“Kita berupaya menyediakan angkutan bagi masyarakat di Lippo Cikarang yang inovatif. Dengan adanya layanan bus yang distandardisasi oleh Kementerian Perhubungan dengan program JR Connexion mereka, maka keamanan dan kenyamanan akan meningkat,” kata Eddy dalam Jumpa Pers Peluncuran JR Connexion di Lippo Cikarang, Bekasi, Jumat (10/2).

Eddy mengatakan Lippo Cikarang juga berharap bus JR Connexion ini bisa terintegrasi dengan moda transportasi lain di Jabodetabek seperti KRL ommuterline, light rail transit (LRT), dan Transjabodetabek. Menurut Eddy, adanya sarana transportasi dan infrastruktur akan menambah nilai dari kawasan hunian tersebut.

“Kami berharap bisa terus menjalin kerja sama dengan Kemenhub dan Pemerintah Daerah Bekasi untuk peningkatan layanan transportasi. Karena yang paling penting yakni terhubungnya kawasan ini dengan wilayah Jabodetabek,” katanya.

Sementara, Eddy mengatakan Lippo Cikarang telah menjalin kerja sama dengan AO Shuttle selama lebih dari 13 tahun untuk menyediakan layanan angkutan executive shuttle bus bagi penduduk setempat dengan rute Lippo Cikarang – Blok M (Jakarta). Menurut Eddy, JR Connexion merupakan pengembangan dari shuttle bus tersebut.

“Sejak kawasan Lippo Cikarang didirikan, kami sudah menyediakan transportasi bagi masyarakat. JR Connexion merupakan improvisasi dari shuttle bus yang sudah dikerjasamakan dengan AO Shuttle. Yang terpenting yakni standardisasi dari pemerintah dan integrasi dengan angkutan umum yang ada di Jabodetabek,” katanya.

Lebih lanjut, Eddy mengatakan dalam waktu dekat Lippo Cikarang juga akan meluncurkan smart card sebagai kartu akses yang berfungsi untuk masuk dan keluar klaster perumahan. Ke depannya, access card tersebut diharapkan menjadi kartu multifungsi untuk kecepatan transaksi transportasi.

“Kartu ini juga nantinya dapat terintegrasi dengan transportasi publik di DKI Jakarta seperti Transjakarta dan KRL Commuterline Jabodetabek,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Alfaomega Sehati Mega (AO Shuttle) Ketzia Laurentina mengatakan pihaknya siap berkomitmen menjaga kualitas layanan bus JR Connexion Lippo Cikarang-Jakarta. Saat ini, kata Ketzia, ada total 14 armada bus yang disediakan. Adapun waktu beroperasinya yakni pukul 05.00 hingga 21.15 WIB, dengan jadwal keberangkatan bus setiap jam.

“Ada tujuh armada yang beroperasi, enam armada stand by, dan satu cadangan,” katanya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Elly Adriani Sinaga mengatakan pemerintah tengah mendorong layanan transportasi Jabodetabek. Elly mengatakan kebutuhan akan transportasi terintegrasi ini sangat mendesak mengingat jumlah penduduk di kawasan aglomerasi ini terus meningkat.

“Tugas BPJT yakni menyediakan transportasi massal di Jabodetabek. Sehingga pada tahun 2019, masyarakat Jabodetabek yang menggunakan angkutan umum bisa mencapai 40% dari keseluruhan. Kami menggandeng para pengembang yang memiliki peran penting dalam mengelola kawasan hunian, sehingga layanan transportasi bisa diinisiasi lebih dulu di sana,” katanya.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me