Sanggup Beli Gadget Mahal, Masa DP Rumah Ga Sanggup Sih?

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Saat penjualan laptop menurun pada 2016, penjualan laptop yang masuk kelas premium malan naik 10 persen lho.

Malah, Lenovo yang berbasis di Tiongkok dan Amerika Serikat malah bisa mencatatkan kenaikan penjualan laptop premium hingga 40 persen.

Baca juga: Waduh, Generasi Milenial AS Enggan Punya Rumah Sendiri

“Perkembangan kita sangat signifikan. Kalau kita lihat year on year, kita analyze dari 2014, 2015, 2016, market-nya growing terus yang premium,” ujar Consumer Notebook Product Manager Lenovo Indonesia, Christy Susastra kepada Rumah123.

“Kita lebih optimis kalau kemudian market premiumnya akan lebih growing marketnya, perkembangan dibandingkan market yang lain,” lanjut Christy.

Baca juga: Developer Hong Kong Belum Beradaptasi dengan Generasi Milenial DINC

Tidak heran kalau Lenovo berani merilis produk laptop premiumnya Lenovo Yoga 910 dengan harga Rp 24,4 juta pada Februari 2017 ini.

Laptop ini memang menyasar untuk generasi milenial dan juga para pekerja profesional. Generasi milenial dianggap pangsa pasar yang bagus karena memang senang dengan life style.

Baca juga: Generasi Milenial: Jalan-Jalan Nomor Satu, Bayar Cicilan Pendidikan Nanti Dulu!

Untuk para generasi milenial yang mendominasi populasi Indonesia saat ini tentunya tidak boleh melupakan kebutuhan utama yaitu papan alias memiliki properti.

Para generasi milenial yang sekarang berusia 20-30 tahun memang mendominasi sejak 2012. Indonesia mengalami bonus demografi sejak 2012 dan berakhir pada 2042.

Baca juga: Cuma Kerja 8 Tahun, Lalu Pensiun Dini dan Traveling di Usia Milenial

Pada kurun waktu 2030 hingga 2045, bonus demografi ini akan mulai habis dan memunculkan generasi yang tidak produktif.

Perihal bonus demografi ini dipaparkan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2017 di Grand on Thamrin Pullman Hotel, Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tak Punya Uang Banyak, Pasangan Milenial Ini “Maksa” Bangun Rumah Mungil

“Tentunya, karena kita bonus demografi, mayoritas pekerja kita pekerja produktif, tentunya hal-hal konsumtif dan hal yang terkait perumahan tentunya menjadi kebutuhan para pekerja ini,” ujar Agus Susanto.

Bagi para generasi milenial, tentunya tidak bisa hidup konsumtif dan melupakan kebutuhan hunian. Apalagi dari tahun ke tahun harga properti terus melonjak.

Baca juga: Produsen Gencar Pasarkan Produk Furnitur untuk Generasi Milenial

Kalau sebuah hunian berharga Rp 500 juta hanya membutuhkan down payment atau uang muka 15 persen saja, maka generasi milenial cuma perlu mengeluarkan Rp 75 untuk pembayaran DP rumah.

Jumlah itu hanya sepertiga dari gadget mahal yang ditawarkan banyak produsen lho. Malah mungkin ada gadget mahal yang berharga lebih tinggi lagi.

Baca juga: Generasi Milenial Jadi Pangsa Pasar Potensial Produsen Gadget Premium

Dengan memiliki hunian, generasi milenial memiliki banyak keuntungan terutama dalam jangka panjang ketika sudah tidak produktif lagi.

Nah, tunggu apa lagi? Jangan pernah menunda membeli properti lho. Kalau generasi milenial terus menundanya maka harga semakin mahal, lokasi semakin jauh dari pusat kota, dan ukuran hunian semakin kecil.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me