Indahnya Ruang Seni di Lahan Terbatas Jakarta

Big Banner
Ilustrasi Foto: Rumah123/iStock

Keterbatasan lahan di Kota Jakarta yang padat penduduk tidak membatasi ruang seni tempat para seniman mengekspresikan karya-karyanya. Keterbatasan lahan justru membuat tak ada dinding pembatas.

Coba tengok ruang-ruang seni berikut ini:

Hall A4 Gudang Sarinah Ekosistem 

Di Hall A4 Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran,, Jakarta Selatan, kamu bisa melihat konsep gudang. Ruang ini hasil kolaborasi The Japan Foundation Asia Center dengan Gudang Sarinah Ekosistem.

Di dalam gudang seluas 500 meter persegi tersebut, kamu bisa melihat karya-karya seni hasil “tangan dingin” seniman individu dan kelompok dari berbagai latar belakang.

Gudang Sarinah Ekosistem merupakan tempat berkumpulnya para seniman yang memiliki kesamaan visi.

“Dari situ kegiatan seni yang menghasilkan profit bisa mendukung kegiatan seni non-profit. Itulah ekosistem kami yang saling menghidupi,” ujar Manajer Program Gudang Sarinah Ekosistem, Reza Afisina , seperti dilansir dari Majalah Femina.

Baca juga: Jangan Sampe Salah Menempatkan Karya Seni di Hunian, Ini Caranya! 

Teras Gedung Kantor Dattabot 

Teras gedung kantor Dattabot, Senopati, Jakarta Selatan, yang merupakan ruang serbaguna kantor ini diubah menjadi ruang pamer.

Menurut Director Suar Artspace, Lisa Irawati, karya seni visual tidak harus dipajang di galeri saja, Di mana pun kita bisa menampilkan karya seni tersebut.

“Kami ingin membuat seni menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. Cita-cita kami ingin memasyarakatkan seni, bukan justru menciptakan jarak,” ucapnya.

Baca juga: Rumah Pertanian Disulap Jadi Studio Seni? Kamu Mau Ikut Coba? 

Dia.lo.gue di Kemang Selatan

Dia.lo.gue di kawasan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, pantas kamu kunjungi. Berbagai karya seni visual dipajang di berbagai sudut, menyatu dengan coffe shop. Desain Dia.lo.gue sendiri dibuat serba-terbuka.

“Kami ingin menjadikan Dia.lo.gue sebuah wadah, sebuah tempat yang terbuka untuk siapa saja berkumpul dan berdialog. Sehingga, bisa membuat seni, budaya, dan sejarah menjadi bagian dari keseharian,” tutur salah satu pendirinya, Engel Tanzil. (Wit)

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me