Wah, Dua Kawasan Permukiman di Ambon Ini Jadi Rapi Jali!

Big Banner
Kawasan kumuh Ambon yang sudah tertata rapi. Foto: Rumah123/Kementerian PUPR

Kota Ambon pada 2014 dikabarkan memiliki kawasan kumuh seluas 102,64 hektar, yang tersebar di 15 kelurahan atau desa. Ada dua kelurahan masuk kategori kumuh berat, yakni Kelurahan Batu Merah seluas 22,51 ha dan Kelurahan Rijali 6,5 ha.

Di Kelurahan Batu Merah telah ditangani sejak 2015, dengan alokasi dana Rp500 juta untuk kegiatan berskala lingkungan. Kegiatan tersebut mencakup kualitas jalan lingkungan (peningkatan Rabat Beton) sepanjang 1.365 meter, rehabilitasi drainase 235 meter, dan dinding sungai sepanjang 34 meter.

Baca juga: 2020, Semua Kota Kita Bebas Kumuh?

Foto: Rumah123/Kementerian PUPR

Kemudian pada 2016, pendanaan untuk perbaikan kualitas hidup warga di Kelurahan Batu Merah bertambah menjadi Rp3,15 miliar, untuk pengelolaan skala lingkungan dan skala kawasan. Untuk skala kawasan, pemerintah membangun jalan akses sepanjang 900 meter dan pembangun saluran drainase sepanjang 1.800 meter.

Sementara penataan permukiman kumuh padat penduduk di Kawasan Wainitu, seluas 7,89 ha, terdiri atas Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe pada 2016. Kementerian PUPR mengalokasikan dana di kawasan ini sebesar Rp5,13 miliar.

Baca juga: Hari Habitat, Kemen PUPR Fokus pada Permukiman Kumuh

Penanganan yang dilakukan berupa pembuatan jalan lapen sepanjang 2.848 meter di Kecamatan Nusaniwe dan 4.429 meter dengan lebar 3,5-4 meter di Kecamatan Sirimau.

Sebelumnya, bangunan di kawasan tersebut tidak teratur karena kebanyakan bangunannya semi permanen. Begitu juga drainase tidak berfungsi optimal. Hanya 25 persen masyarakat memiliki jamban dan septic tank. (Wit)

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me