Kemenhub Pastikan Pembiayaan LRT Palembang Tak Terganggu

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Berbeda dengan light rail transit (LRT) Jabodebek yang tersandung pembiayaan, LRT Palembang justru secara penuh akan didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pasalnya, nilai kontrak LRT Palembang lebih sedikit ketimbang LRT Jabodebek yang mencapai Rp 23,3 triliun. Adapun nilai kontrak LRT Palembang Rp 12,59 triliun.

“Untuk LRT Sumsel ini full APBN karena mendukung Asian Games Agustus 2018 nanti. Waskita Karya harus bisa operasi itu Mei 2018,” tutur Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Prasetyo Boeditjahjono, di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

PT Waskita Karya (Persero) Tbk ditunjuk pemerintah untuk membangun jalur LRT Palembang dengan total panjang 24,5 kilometer.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2015 Waskita Karya ditugaskan untuk membangun infrastruktur LRT termasuk rel, flyover, dan stasiunnya serta mengoperasikan fasilitas di sana.

Pembangunannya  telah dimulai sejak Oktober 2015 hingga menjelang berlangsungnya Asian Games 2018 mendatang.

Dari panjang 24,5 kilometer tersebut, LRT Palembang terdiri atas lintas pelayanan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang –Jakabaring Sport City.

LRT Palembang juga akan dilengkapi dengan 13 stasiun dan 9 sub-tasiun, serta memiliki jembatan Sungai Musi dengan bentang sungai 350 meter.

Hingga Februari 2017, progres konstruksi LRT Palembang tercatat telah mencapai 35 persen.

Waskita sendiri telah mengeluarkan dana tak kurang Rp 4 triliun untuk mencapai progres tersebut.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me