Apartemen Ini Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

Big Banner

Jakarta – Gaya hidup ramah lingkungan tengah menjadi tren yang diadaptasi kaum urban. Meski tinggal di perkotaan, mereka tetap ingin menerapkan menerapkan konsep eco living dalam kehidupan sehari hari. Bagi yang bertempat tinggal di apartemen, tak sedikit yang memperhitungkan ‘seberapa hijau’ bangunan vertikal mereka.

Menjaga eco living atau menjaga ekosistem hidup merupakan cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup yang harmonis dan selaras dengan keseimbangan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, pemahaman eco living sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana, Achmad Setiadi, mengatakan, konsep eco living menjadi pilihan untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan khususnya di hunian vertikal.

“Konsep ini, diterapkan di apartemen Woodland Park Residence yang berlokasi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Memiliki perpaduan ideal antara tempat tinggal, perkantoran dan area komersial, apartemen ini dirancang lebih hemat energi, hemat pemakaian air, dan menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan,” kata Achmad Setiadi, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (13/2) pagi.

 Konsep eco living menjadi pilihan untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan diterapkan pengembang apartemen Woodland Park Residence, yang berlokasi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Woodland Park Residence, kata Achmad Setiadi, merupakan hunian apartemen eksklusif yang dikembangkan di atas lahan seluas lebih kurang 3,2 hektare (ha). Terdiri dari empat menara (tower) apartemen siap huni dan 1 menara kondotel mengusung konsep hijau yang diimplementasikan dengan menyediakan ruang terbuka hijau hingga 80 persen dari luas total area.

“Konsep eco living dihadirkan dalam bentuk arsitektur dan interior berupa desain yang mengutamakan keseimbangan alam dan lingkungan yang menjadi investasi yang sangat menjanjikan baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang,” jelasnya.

Desain Woodland Park Residence diatur sedemikian rupa agar sirkulasi udara dan cahaya bisa mendukung kesehatan penghuni dan meminimalisasi penggunaan alat-alat elektronik. “Contohnya, kaca yang digunakan dapat me-reduce panas sampai 30 persen sehingga dapat mengurangi beban pendingin ruangan,” papar Achmad Setiadi.

Selain itu, lanjut dia, material bahan bangunan yang digunakan juga ramah lingkungan bebas zat kimia berbahaya bagi manusia dan lingkungan seperti penggunaan cat water base Non VOC (Volatile Organic Compounds), penggunaan pipa dengan bahan yang tidak beracun, tahan karat, tidak berbau serta anti lemak yang terpisah untuk kebutuhan air bersih, air kotor, dan air kotor dapur (drain kitchen).

“Bahkan untuk air buangan mesin cuci sudah ada pipa khusus sehingga tidak perlu menggeser-geser unit mesin cuci ke area toilet serta penggunaan kabel anti api (fire resistant cable) untuk mencegah timbulnya percikan api saat terjadi korsleting listrik,” tambahnya.

Konsep reuse dan recycle, juga digunakan Woodland Park Residence dalam sistem pengolahan air bersih. Selain mengandalkan sumur resapan juga menggunakan Water Treatment Plant (WTP) yang menghasilkan air bersih dengan kualitas diatas PDAM.

“Sertifikasi Sucofindo dan Palyja yang kami terima ini membuktikan Woodland Park Residence telah berhasil mengedepankan tidak hanya lingkungan hijau akan tetapi pola hidup hijau juga yang semuanya itu untuk kenyamanan penghuni,” ujar Achmad Setiadi.

Konsep eco living yang ditawarkan oleh Woodland Park Residence, lanjut dia, menjadi lebih lengkap ketika didukung fasilitas modern seperti 2 side entrance melalui Jalan Pangadegan dan Jalan Kalibata Raya, parkir luas dengan 624 lot parkir mobil, 171 lot parkir motor dan 68 lot parkir sepeda.

“Selain itu, ada pula tree pit yang dipenuhi pohon-pohon tua dan rindang seluas 960 meter persegi (m2), swimming pool, children pool, sky lounge, gym serta triple-play (tv cable, internet dan telepon). Tentunya, semua itu akan menambah kenyamanan sekaligus menjadikan Woodland Park Residence sebagai tempat tinggal maupun untuk investasi,” kata Achmad Setiadi.

 

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me