Penurunan Bunga KPR Dongkrak Penjualan Properti di Jateng

Big Banner

Semarang – Real Estate Indonesia Jawa Tengah (REI Jateng) optimistis penurunan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) mampu mendongkrak penjualan perumahan untuk seluruh jenis.

“Harapannya bisa meningkatkan penjualan pada REI Expo yang kedua ini hingga 20 persen,” kata Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi, Dibya K Hidayat, pada pembukaan REI Expo yang kedua di Mal Paragon Semarang, Rabu (15/2).

Mengenai suku bunga KPR ini, dia mengatakan, mulai terjadi pada bulan Februari. Salah satunya, dari suku bunga KPR di kisaran 8 persen fix 2 tahun dari Bank Mandiri, saat ini turun menjadi 6,75 persen dengan fix 2 tahun.

Sedangkan untuk KPR dari BRI, jika sebelumnya lebih lebih dari 10 persen dengan fix 2 tahun saat ini turun menjadi 9 persen dengan fix yang lebih lama yaitu 5 tahun.

Fix bunga KPR yang lebih lama ini dicari oleh konsumen. Memang yang kami harapkan seperti ini,” katanya.

Dia mengatakan penurunan suku bunga KPR ini merupakan dampak dari penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI). Bahkan, kata Dibya, seharusnya penurunan suku bunga oleh perbankan sudah dilakukan sejak tahun lalu.

“Suku bunga acuan dari BI kan sudah turun sejak tahun lalu, meski terlambat kami tetap menyambut baik. Pada dasarnya, kami sangat berharap respon baik dari masyarakat terhadap kondisi ini,” katanya.

Sementara itu, mengenai REI Expo kedua yang dilaksanakan mulai hari ini hingga tanggal 26 Februari diharapkan dapat menjaring jumlah pembeli yang lebih banyak.

“Seharusnya dengan adanya keringanan ini penjualan dapat meningkat. Paling tidak jangan seperti REI Expo pertama pada bulan januari lalu yang realisasinya hanya 28 unit,” katanya.

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me