Pertanian Kota Untuk Perbaikan Nutrisi

Big Banner

Kegiatan pertanian perkotaan bisa mendukung pengadaan bahan pangan yang lebih bernutrisi.

Housing-Estate.com, Jakarta – Ke depan setengah dari warga dunia akan tinggal di kota, yang antara lain bisa memicu kekurangan nutrisi pada penduduknya karena harga bahan pangan yang mahal, selain pengangguran dan kemiskinan. Menggerakkan pertanian perkotaan (urban agriculture) bisa membantu menambah pendapatan kaum urban, memperluas lapangan kerja, dan memenuhi kebutuhan pangannya. FAO (Food and Agriculture Organization) telah memandatkan setiap negara anggotanya, Indonesia termasuk di dalamnya, untuk membuat pertanian tingkat urban dan peri urban yang disebut UPA (Urban and Periurban Agriculture). Jika 10 persen saja daerah perkotaan dipakai untuk pertanian sayuran, itu sudah dapat mendukung kebutuhan pangan warganya.

pertanian kota

Di Indonesia anak-anak terkena malnutrisi mencapai 37 persen, yang salah satunya bisa diatasi dengan memakan sayuran. Dari standar FAO untuk konsumsi sayuran sebanyak 73 kg/kapita, Indonesia baru mencapai 40,90 kg. Begitu juga konsumsi buah, Indonesia baru 32,67 kg/kapita dari standar FAO 65,75 kg. “Benar-benar salah pola makan kita,” kata Karen Tambayong, Ketua Komisi Green City International Association Horticulture Producer dalam seminar “Nutrition-sensitive urban agriculture in Indonesia” awal Mei di Tangerang, Banten, yang diselenggarakan Kedutaan Besar Belanda, komunitas Indonesia Berkebun (IDBerkebun), didukung produsen benih East-West Seed Group.

Dengan kata lain, kontribusi pertanian perkotaan untuk pasok makanan dan nutrisi kesehatan menjadi penting. Produksi makanan di kota dapat merespon kebutuhan kaum miskin kota yang tidak memiliki akses ke makanan yang layak, karena rendahnya daya beli. “Harga sayur makin tinggi, sementara daya beli rendah. Solusinya kita mulai dengan memproduksi sayur sendiri,” ujar Glenn Pardede, Direktur Utama PT East-West Seed Indonesia.

Selain itu, pertanian kota juga akan mengarahkan pembentukan kota menjadi lebih ramah lingkungan (green city). Proyek pertanian kota yang didukung East-West Seed Group misalnya, salah satunya diadakan di rusun Marunda, Jakarta Utara, melalui Kelompok Tani Marunda Hijau. East-West membagikan 500 benih tanaman untuk pengelolaan rumah kaca seluas sekitar 1.000 m2 dengan sistem penanaman hidroponik.

Menguntungkan

Dalam arti luas, pertanian kota didefinisikan sebagai kegiatan menanam buah-buahan, rempah, dan sayuran, serta beternak binatang, di dalam kota. Siapa saja yang bisa terlibat dalam kegiatan pertanian kota? Mulai dari kaum miskin kota, pegawai pemerintahan, guru sekolah, sampai orang kaya yang ingin melakukan investasi. Wanita menjadi bagian penting dari petani kota, karena pertanian dan proses yang berkaitan, serta aktivitas menjualnya, lebih mudah dikombinasikan dengan pekerjaan rumah tangga.

pertanian kota 2

Proses pertanian perkotaan perlu didampingi kegiatan penunjang lain, seperti distribusi makanan, mengumpulkan dan penggunaan kembali sampah tanaman, sisa sampah makanan dan air hujan, edukasi, organisasi, serta memperkerjakan penduduk lokal. Pertanian kota terintegrasi dalam komunitas urban individual dan lingkungan, sama seperti cara pengelolaan kota, termasuk kebijakan kota, rencana, dan biayanya.

Lokasi pertanian bisa di sekitar rumah atau di lahan khusus jauh dari perumahan, di lahan sewa, atau lahan publik seperti taman, area konservasi, juga di lahan semipublik seperti halaman sekolah dan rumah sakit. Potensi pertanian urban dapat diarahkan seperti pabrik sayuran yang hasilnya bisa memberi keuntungan. Contohnya, IDBerkebun yang kini memiliki cabang di kotakota di seluruh Indonesia, kerap mengelola lahan-lahan belum terpakai di perumahan garapan developer. Misalnya, IDBerkebun cabang Banten yang menyewa lahan milik developer BSD City (6.000 ha), Serpong, Tangerang, kini menjadi pemasok sayuran untuk sebuah restoran dengan hasil panen mencapai 3 ton bayam dari awalnya hanya 3 kg. Dari hasil penjualannya komunitas berhasil membeli sebuah mobil operasional dan satu unit traktor.

Yuk Bercocok Tanam

Setiap kegiatan yang memanfaatkan sedikit saja lahan di kota atau sekadar memanfaatkan ruang di luar jendela rumah untuk menaruh pot tanaman cabai, sudah bisa dikategorikan sebagai kegiatan urban farming atau urban agriculture. Kita bisa memulai bercocok tanam di sekitar rumah dengan pot-pot kecil. Jika memungkinkan memiliki pekarangan yang cukup besar, bisa langsung di atas tanah. Varietas tanaman yang disarankan untuk perkotaan adalah sayuran berdaun sederhana yang tidak memerlukan perawatan rumit, seperti sawi, selada, kangkung dan bayam. Kangkung dan bayam sudah bisa dipanen dalam waktu penanaman 15-21 hari.

Contoh proses penanaman di media tanah, kita perlu menyiapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Komposisinya 1:1 untuk penanaman di dalam pot atau polybag. Sedangkan untuk per meter persegi lahan perlu dicampurkan 1 kg pupuk kandang. Tambahkan siraman pupuk organik cair yang berfungsi membedah tanah. Diamkan campuran tanah selama tiga hari baru memulai penanaman benih. Sistem penanaman selain dari benih atau biji, bisa juga dari bibit (benih yang telah disemai), atau batang tanaman tua yang sudah mengering. Selama penanaman hindari penggunaan pestisida berlebihan untuk mengusir hama seperti tikus dan rayap.

Sumber : Majalah Housing Estate Edisi September 2015

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me