Bersaing Ketat, MAP Pasarkan Tahap Akhir Grand Eschol Residence

Big Banner

TANGERANG, KOMPAS.com – Potensi bisnis apartemen dan kondominium hotel (kondotel) di kawasan “segitiga emas Tangerang” masih sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumen, baik itu kalangan ekspatriat maupun dalam negeri. Tak heran, bukan hanya pengembang kelas yang terus membidik pasar “segitiga emas Tangerang” meliputi Lippo Karawaci, Summarecon, serta Paramount Serpong itu.

Salah satunya adalah PT Mahakarya Agung Putera (MAP) yang mulai memasarkan unit tahap ketiga atau tahap akhir apartemen Grand Eschol Residence di kawasan Karawaci. Selain apartemen, MAP juga membangun kondotel Aston Karawaci City Hotel. Keduanya berada di satu tower yang di atas lahan seluas 3.200 meter persegi.

“Kami optimistis unit tahap akhir ini akan habis terjual sebelum akhir tahun ini,” kata Direktur Utama PT Mahakarya Agung Putera, Hendra Murdianto, Jumat (29/8/2014).

Adapun untuk kondotel terdiri dari 8 lantai, sedangkan apartemen terdiri dari 19 lantai. Hendra mengatakan, MAP sudah menjual semua unit tahap 1 kondotel Aston Karawaci City Hotel yang terdiri dari 252 unit.

“Total investasi untuk pembangunan kondotel Aston Karawaci City Hotel dan Grand Eschol Residence itu Rp300 miliar. Kondotel rencananya akan mulai beroperasi pada awal 2017,” jelas Hendra.

Sementara itu, untuk apartemen Grand Eschol Residence tahap ketiga atau tahap akhir, MAP menyiapkan 240 unit dari total apartemen sebanyak 696 unit. Apartemen tersebut rencananya akan mulai diserahterimakan pada Desember 2016.

Hendra mengatakan, kemudahan akses di kawasan segitiga emas Tangerang, yaitu Lippo Karawaci, menjadi daya dorong penjualan produk properti di kawasan ini. Belum lagi banyak fasilitas umum mulai dari pendidikan hingga kesehatan, misalnya Universitas Pelita Harapan.

“Target kami mahasiswa, karyawan, dan keluarga muda,” ujar Hendra.

Kondotel

Dikelilingi pengembang besar, MAP tetap “ngotot” untuk bersaing dengan para pengembang besar di kawasan “segitiga emas Tangerang. Salah satu caranya adalah menggandeng Archipelago International untuk menjadi operator hotel (kondotel).

Archipelago International memiliki portofolio lebih dari 75 hotel dan 12.000 kamar di Indonesia. Beberapa hotel dioperasikannya antara lain Grand Aston, Aston, Aston City, Quest, Favehotel, NEO, dan banyak lagi.

Kepada Kompas.com, Maret 2014 lalu, Vice President Sales & Marketing PT Archipelago International, Norbert Vas, mengatakan bahwa potensi okupansi hotel di kawasan segitiga emas Tangerang ini cukup menjanjikan. Berdasarkan riset Archipelago lewat jaringan hotelnya, perbedaan okupansi hotel di kawasan ini nyaris tak jauh berbeda dengan Jakarta.

“Di Semarang itu okupansinya 68 persen sampai 70 persen, sementara di Jakarta, terutama dari jaringan kami, yaitu Aston Ancol, mencapai 88 persen. Sementara di Serpong kami yakin bisa menembus 85 persen sampai 90 persen,” ujar Vas.

properti.kompas.com