Trans Papua Sepanjang 4.357 km Rencana Rampung 2018

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu pembangunan Jalan Trans Papua dan Jalan Lintas Perbatasan Papua sepanjang 4.357 km yang diharapkan rampung pada tahun 2018.
Pembangunan kawasan timur Indonesia seperti yang dilakukan di Pulau Papua, daerah perbatasan dan pinggiran tidak hanya sekedar membangun jalan untuk konektivitas antar daerah, tetapi juga mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“Konektivitas jalan di Papua bukan hanya sebagai penghubung antar daerah. Terutama untuk pegunungan tengah (Papua) bertujuan untuk mengurangi tingkat kemahalan disana.”ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu seperti dikutip dari situs resmi PUPR.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengungkapkan selama periode tahun 2015-2017, Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18,54 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Tahun ini, alokasi anggaran juga cukup besar yakni mencapai sebesar Rp 5,78 triliun khusus diperuntukan bagi infrastruktur jalan dan jembatan dengan rincian di Provinsi Papua sebesar Rp 4,06 triliun dan Papua Barat Rp 1,71 triliun.

Capaian hingga tahun 2016, tambah Arie, dari 10 segmen jalan di Trans Papua sepanjang 3.259 Km, jalan yang sudah tembus mencapai 2.789 km, sisanya 467 Km belum tembus. Kondisi jalan yang sudah tembus yakni sudah diaspal sepanjang 1.570 Km dan kondisi perkerasan sepanjang 1.218 Km. Sementara untuk Jalan Perbatasan Papua, dikatakan Arie dari total rencana panjang jalan 1,098 km, jalan yang sudah tembus mencapai 876 km.

“Kenapa tidak langsung diaspal, karena prosesnya harus dilakukan pemadatan dulu sehingga saat diaspal sudah kuat tidak mudah rusak. Proses pengaspalan juga melihat tingkat arus kendaraan. Saya perkirakan satu sampai dua tahun saat sudah stabil tanahnya maka akan kita aspal,” terang Arie di Jakarta, Selasa (14/2).

Ditambahkannya sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No.84 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, Arie menyatakan akan terus meningkatkan keterlibatan para kontraktor lokal dalam pembangunan jalan di Papua dan Papua Barat.

“Keterlibatan kontraktor lokal di Papua dari 77 paket di 2016 sebanyak 34 paket ditangani kontraktor lokal,” ujar Arie.

Terkait kendala pembangunan jalan di Papua, Arie mengatakan faktor cuaca masih dominan mempengaruhi kecepatan pembangunan. Disamping itu faktor sulitnya pembebasan lahan, kondisi medan atau kontur tanah di lapangan yang berbeda-beda, keberadaan material yang sulit didapat, contohnya: batu kerikil yang masih harus didatangkan dari Palu, dan keamanan juga menjadi tantangan. Sejak tahun 2015 hingga kini, pekerja pembangunan jalan yang meninggal dunia saat melaksanakan tugasnya, berjumlah 7 orang.

Sementara itu Kepala (BBPJN) XVIII Papua Oesman Harianto Marbun menambahkan terkait perbaikan Jalan Merauke-Boven Digul, telah dilakukan perbaikan, sehingga diharapkan waktu tempuh dapat kembali normal menjadi sekitar 6-7 jam.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me