Rusunawa, Solusi Paling Mungkin untuk Kaum Urban

Big Banner
Ilustrasi Foto: Rumah123/iStock

Diprediksi kaum milenial dan juga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 5 tahun ke depan akan sulit memiliki rumah. Kenapa?

Karena harga properti tiap tahun meningkat hingga 20 persen. Sementara persentase kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan harga kenaikan properti tersebut.

Akan tetapi, kaum milenial maupun MBR bisa memilih untuk tinggal di hunian vertikal atau rusunawa (rumah susun sewa). Yang namanya hunian, menurut Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri, tidak harus menjadi hak milik.

Baca juga: Ini Loh… Bantuan Rusunawa untuk Sektor Pendidikan

“Kalau di Indonesia itu dianggap tinggal di rumah itu harus hak milik. Padahal, bisa saja sewa sampai mati. Makanya rusunawa itu saya pikir skema ke depan yang harus ditingkatkan pemerintah,” ucapnya seperti dikutip dari Okezone.

Menurutnya, pola perhitungan pemerintah Indonesia harus diubah seperti negara Singapura. Di sana tarif untuk rusunawa dipatok terjangkau untuk MBR atau generasi milenial. Selain itu, sosialisasi tinggal di hunian vertikal terus digencarkan.

“Kalau memang bisa menyewa dan ada jaminan dari pemerintah harga akan terjangkau dan suplainya cukup, tidak ada masalah,” katanya.

Baca juga: Minim Peminat, Rusun Hanya Terbangun 10 Ribu Unit Setahun

Akan tetapi, pembangunan rusunawa masih minim di Indonesia, hanya 10 ribu unit per tahun berdasarkan data dari Penyediaan Perumahan di Kementerian PUPR.

“Masalah sekarang adalah suplai tidak cukup dan tidak tahu apakah tarif sewa akan murah terus. Makanya pemerintah harus manage (mengatur). Saya pikir ke depannya penyewaan properti rusunawa salah satu solusi yang paling cocok untuk Jakarta dan kota-kota besar lainnya,” ujarnya menekankan. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me