KPR Griya Idaman: Solusi Pengembang Atasi Sulitnya Syarat Baru KPR

Big Banner

Karena aturan baru Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dinilai memberatkan, pengembang bekerjasama dengan perbankan untuk menggulirkan KPR Griya Idaman. Aturan FLPP baru dengan skema rumah tipe 36 meter persegi seharga Rp 70 juta sulit diwujudkan.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso pada peringatan HUT REI ke- 40 di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (31/3/2012). Menurut dia, pengembang sudah terlanjur membangun rumah di bawah tipe 36 dan harganya Rp 80 juta.

“Kami menggandeng BNI menggulirkan pola pembiayaan bernama KPR Griya Idaman,” kata Setyo.

Menurutnya, KPR Griya Idaman tidak dilihat besarnya suku bunga, melainkan besaran angsuran yang dapat diserap masyarakat. Dengan tenor 20 tahun, sasaran pembiayaan ini ditujukan untuk konsumen yang membeli rumah di bawah tipe 36 meter persegi atau luas 36 dengan harga di atas Rp 70 juta sampai Rp 200 juta.

Adapun untuk uang mukanya ditetapkan sebesar 10 % dari nilai kredit. Pada lima tahun pertama, cicilan KPR Griya Idaman ini sebesar Rp 600.000, sedangkan di tahun keenam sampai kesembilan cicilan per tahun naik 4 %.

“Pada tahun ke sembilan masyarakat bisa mencicil sekitar Rp 900.000,” ujarnya.

Setyo mengatakan, pola pembiayaan baru ini bukan bermaksud menyaingi program KPR FLPP. Namun, pola ini muncul karena kegelisahan pengembang akibat 21.000 unit tidak bisa akad karena ketentuan baru FLPP tersebut.

“Tujuannya untuk memfasilitasi grey area, karena banyak rumah pengembang REI ready stock tapi tidak tersalurkan,” katanya. (kompas.com/AP)

 

ciputraentrepreneurship.com