4 Museum Ini Dibangun Peringati Sejarah Bangsa Kulit Hitam

Big Banner

sas.setup({ domain: ‘http://adnetwork.adasiaholdings.com’, async: true, renderMode: 0});

sas.call(“std”, { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // Format : Video-Read 1×1 target: ” // Targeting });

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” /></a>

JAKARTA – Awal Februari atau tanggal 1 Februari kemarin menjadi bulan sejarah bagi orang kulit hitam. Menghormati hari tersebut, 2 arsitek mengumumkan 4 proyek yang akan datang yang berfokus terhadap sumbangsih Afrika-Amerika terhadap kebudayaan di Amerika Serikat (AS).

Director of the architecture firm Perkins + Will’s North Carolina, Phil Freelon dan Pemimpin tim 4 perusahaan yang merancang National Museum of African American History and Culture in Washington DC Zena Howard, merupakan dua arsitek yang akan menggarap 4 proyek tersebut.

Dalam siaran pers yang dikutip Curbed, keduanya mengungkapkan gagasannya terkait pentingnya arsitektur dan kemampuan untuk membawa orang dan masyarakat secara bersama-sama masuk di dalamnya.

“Apa yang terjadi di AS selama 24 bulan mengingatkan saya pergolakan sosial dan politik yang terjadi pada tahun 1960-an,” jelas Freelon.

Ditambahkan Howard, memahami pelajaran dari masa lalu adalah langkah awal menuju Amerika yang lebih toleran dan harmonis. “Sebagai arsitek dan desainer kami yakin kami dapat membantu menciptakan sebuah jembatan dengan menggunakan lingkungan yang dibangun untuk mempromosikan agar masyarakat saling memiliki pengertian,” tambahnya.

Berikut 4 proyek yang digarap oleh keduanya sebagai karya arsitektur yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya toleransi.

1. Historic Emancipation Park in Houston, di Texas

Terletak di tanah yang dibeli pada tahun 1872 oleh empat orang yang sebelumnya diperbudak. Emancipation Park adalah tempat perayaan terpanjang dari Juneteenth, peringatan tahunan akhir dari perbudakan di AS.

2. Mississippi Civil Rights Museum in Jackson, di Mississippi

Pembukaan museum ini pada Desember 2017, merupakan venue budaya dan pendidikan yang mencerminkan hak-hak sipil masyarakat. Pameran akan fokus pada periode 1945-1970, mencatat cerita Afrika-Amerika Mississippi yang menunjukkan perjuangan persamaan hak di bawah hukum.

3. The Motown Museum in Detroit, di Michigan

Bangunan 50.000 kaki untuk pameran interaktif, performance art theater, studio rekaman baru, ritel, kafe, dan ruang pertemuan.

 

4. Charlotte Second Ward Brooklyn Village Neighborhood in Charlotte, di North Carolina

Brooklyn Village di Charlotte akan merevitalisasi komunitas Afrika Amerika pada pertengahan abad ke-20 sebagai bagian dari “pembaruan perkotaan”.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me