Saat Tepat Memiliki Hunian di Balikpapan

Big Banner

JAKARTA – Sektor properti di berbagai kota di Indonesia dinilai mulai menggeliat pada 2017. Para pengembang properti menilai, tahun ini menjadi saat tepat memiliki hunian dan investasi.

“Saatnya memutuskan untuk memiliki hunian dan investasi di salah satu kota bisnis Indonesia, Balikpapan, Kalimantan Timur,” ujar Assistant Vice President MarketingPT Agung Podomora Land Tbk Agung Wirajaya, dalam publikasinya, di Jakarta, Minggu (19/2).
Dia menambahkan, di Balikpapan pihaknya menggarap superblok Borneo Bay City di kawasan Sudirman Central Bussiness District (SCBD) Balikpapan. Penggarapan proyek properti terpadu di tepi selat Makassar itu dilakukan melalui anak usaha, PT Pandega Citra Niaga.

Borneo Bay City nantinya dilengkapi tiga mal, apartemen Borneo Bay Residence, hotel bintang lima, nature park, dan gourmet tower. Proyek ini merupakan yang pertama kali bagi Agung Podomoro mengembangkan tiga mal sekaligus dalam satu kawasan terpadu yang terdiri atas Branded Mall, Fashion Mall, dan Trade Mall.

Agung menjelaskan, Borneo Bay Residence selain dijadikan destinasi hunian prestisius, juga merupakan investasi dengan potensi keuntungan tidak terbatas.Capital gain dari waterfront property dinilai selalu meningkat setiap tahunnya. “Hunian dan investasi di The New Metropolitan City Indonesia, tentunya tidak dapat dilewatkan begitu saja,” kata dia.

 

Business Base

Sementara itu,Chief Executive Officer (CEO) Borneo Bay City Paul Christian mengatakan, ada banyak potensi besar di Balikpapan selain dari sektor minyak dan batubara. Karena itu, Agung Podomoro Land ingin terus menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di Balikpapan.Bersama pemerintah setempat, pengembang itu ingin memperkenalkan Balikpapan untuk menarik minat para investor guna mengembangkan Balikpapan. “Kini merupakan saat yang tepat untuk menggali potensi pasar Indonesia Timur dan menjadikan Kota Balikpapan sebagai business base-nya,” papar Paul.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pernah mengatakan, bersama PT Pandega (Borneo Bay City), pihaknya bisa memperkenalkan Balikpapan sebagai kota destinasi wisata baru demi memajukan Balikpapan dan Kalimantan. Pemerintah kota perlu mendorong perkembangan sektor properti agar para investor tertarik untuk berinvestasi di Balikpapan.

“Hal ini perlu kita lakukan sehingga Balikpapan dapat menjadi indikator kota maju khususnya di Kalimantan,” ujar Rizal.

Agung Podomoro Land berharap kehadiran SCBD Borneo Bay City akan mempercepat transformasi Balikpapan sebagai kota Metropolitan Baru yang menggerek pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. Proyek ini dirancang oleh desainer dan arsitektur bertaraf internasional, yaitu DP Architects Singapore.