Beli Rumah di Usia 50-an? Baca Dulu Ini!

Big Banner

sas.setup({ domain: ‘http://adnetwork.adasiaholdings.com’, async: true, renderMode: 0});

sas.call(“std”, { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // Format : Video-Read 1×1 target: ” // Targeting });

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” /></a>

JAKARTA – Membeli rumah di usia 50-an tahun perlu pemikiran yang matang. Apalagi jika berniat membelinya secara kredit. Bank punya ketetapan sendiri terkait usia maksimal nasabah saat kredit sudah lunas.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli rumah ketika usia telah menginjak 50-an tahun, pertimbangkan dahulu hal-hal berikut ini.

Kredit atau tunai?

Jika berniat kredit, perlu dipahami bahwa usia maksimum ketika kredit lunas yaitu 55 tahun bagi karyawan dan 60-65 tahun bagi wiraswasta atau profesional.

Jika berstatus wiraswasta atau profesional, masih bisa mengajukan KPR dengan tenor 10-15 tahun. Sementara, seseorang yang berstatus karyawan hanya bisa mengajukan KPR dengan tenor 5 tahun agar tidak melewati batas usia maksimal. Bagaimana jika kondisi finansial tidak sanggup melunasi KPR sesingkat itu?

Coba pertimbangkan masalah ini matang-matang. Ketika usia telah menginjak 50 tahun, membeli rumah dengan cara tunai adalah pilihan yang paling aman, tentu saja jika kondisi finansial mendukung. Atau, bisa pula memilih cara pembayaran cash bertahap agar lebih ringan.

Pikirkan luas rumah

Saat menginjak usia 50 tahun biasanya anak-anak sudah tidak tidak tinggal bersama orang tua, entah karena menikah atau merantau. Jadi pikirkan untuk membeli rumah sederhana yang cukup untuk berdua, agar menghemat tenaga untuk mengurusnya. Namun, jika punya cukup dana dan siap merawatnya, tak ada salahnya membeli rumah yang cukup luas agar anak-anak dan cucu-cucu leluasa ketika berkunjung.

Pertimbangkan apakah persiapan pensiun sudah cukup?

Untuk urusan yang ini, sebaiknya berkonsultasi dengan Perencana Keuangan, khususnya bagi yang berstatus karyawan. Tanyakan apakah kondisi finansial memungkinkan untuk membeli rumah menjelang masa pensiun? Jangan sampai terburu-buru membeli rumah padahal persiapan pensiun belum matang.

Bagi wiraswasta, hal ini mungkin tak jadi masalah apabila bisnis yang sudah dibangun sudah stabil dan menghasilkan pemasukan yang lumayan. (Baca juga: Ini Tandanya Mobil Kamu Harus Segera dibawa ke Bengkel)

Lihat kondisi kesehatan, apakah sudah siap tinggal berjauhan dengan anak-anak?

Membeli rumah di usia 50 tahun harus memikirkan masalah kesehatan. Jika sudah punya asuransi yang memadai mungkin lebih tenang. Namun, jika kondisi kesehatan sudah menurun, apakah tidak lebih baik tinggal bersama anak? Atau alternatif lainnya membeli rumah berdekatan dengan anak-anak.

Apakah waktunya benar-benar tepat?

Setelah memikirkan semua hal tersebut di atas, renungkan lagi apakah waktunya tepat untuk membeli rumah? Bagaimana jika masih punya tanggungan, misalnya membiayai kuliah anak bungsu, mungkin keinginan membeli rumah harus ditunda.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me