Akibat Banjir, 50 Persen Toko di Jakarta Tutup

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Tingginya curah hujan sejak dini hari membuat Jakarta kembali dilanda banjir yang mengakibatkan aktivitas bisnis dan perdagangan terganggu.

Setidaknya ada 54 titik banjir yang tersebar di 5 wilayah kota Jakarta, arus lalu lintas macet total dan stagnan. Imbasnya aktivitas usaha dan transportasi para pekerja terhambat.

“Para karyawan banyak yang masuk kerja menjelang siang dan ada pula yang kembali ke rumah. Aktivitas perkantoran pun dimulai menjelang siang hari,” ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri DKI Jakarta Sarman Simanjorang melalui keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Selasa (21/2/2017).

Sarman melanjutkan, di beberapa kawasan yang terkena banjir, pelayanan perbankan juga dimulai siang hari akibat keterlambatan pegawai masuk kantor.

Pusat-pusat perdagangan di daerah Glodok dan Mangga Dua, juga turut terdampak banjir.

Area ini merupakan pusat grosir yang terdapat Pasar HWI, LTC, Glodok Jaya, Glodok Blustru, Glodok Plaza, Harco Glodok, dan Glogok City. Toko-toko tersebut menjual peralatan teknik, listrik, komputer, dan perangkat keras.

Aktivitas di pertokoan Mangga Dua, Mangga Dua Pasar Pagi, ITC Mangga Dua, Mangga Dua Harco, WTC, Mangga Dua Square, dan komplek-komplek ruko di sepanjang jalan mangga dua juga terdampak banjir.

“Di kawasan ini jumlah kios atau pedagang sekitar 50.000 toko. Diperkirakan sekitar 50 persen tutup akibat banjir,” kata Sarman.

Ada pun 50 persen lainnya baru buka menjelang siang setelah air mulai surut dan pekerja sudah sampai di lokasi.

Walaupun toko tetap buka, jumlah pengunjung diperkirakan juga menyusut sampai 70 persen. Pasalnya, masyarakat atau konsumen mengurungkan niatnya bepergian keluar rumah setelah mendapat informasi terkait kondisi jalan-jalan di Jakarta yang macet total.

Hal yang sama juga terjadi di pusat perdagangan lainnya seperti di Tanah Abang, Cempaka Mas, Kelapa Gading yang hampir 50 persen toko tutup.

“Dengan kejadian hari ini tentu transaksi perdagangan turun drastis. Omset pedagang diperkirakan juga turun sekitar 50-70 persen walaupun sebagian tetap buka akibat sepinya pembeli,” sebut Sarman.

Kerugian transaksi diperkirakan mencapai ratusan miliar. Sarman mengharapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan dukungan pemerintah pusat segera membangun berbagai infrastruktur mengantisipasi banjir di ibu kota.

Seperti diketahui, Jakarta adalah ibu kota negara dan pusat perdagangan serta bisnis. Hampir 60 persen perputaran uang secara nasional ada di Jakarta.

“Maka sangat diharapkan Jakarta bebas banjir sehingga tidak mengganggu aktivitas bisnis,” tutup Sarman.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me