Transformasi Dinamis Kawasan Hunian Terpadu di Jababeka

Big Banner

Cikarang – Kawasan kota mandiri Jababeka sebagai kota satelit Jakarta terus berbenah. Kawasan hunian terpadu yang dikembangkan PT Jababeka Tk ini, terus berkembang menjadi sebuah kawasan hunian terlengkap yang menyasar segmentasi konsumen kelas atas.

Transformasi kawasan industri Jababeka, terwujud dalam pembangunan Jababeka Residence, yang terdiri dari hunian dan area komersial seluas 170.000 meter persegi (m2) untuk tahap pertama.

Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, Sutedja Sidarta Darmono, mengatakan, secara keseluruhan kawasan ini akan terkoneksi dengan fasilitas transportasi yang cukup lengkap seperti Commuter Line, Feeder Bus, dan 3 akses tol untuk mendukung mobilitas menuju Kota Jababeka.

“Jababeka Residence merupakan kawasan pengembangan kelas menengah atas. Dalam waktu dekat, kawasan ini akan segera bertransformasi menuju kelas atas,” kata Sutedja, di Jababeka Golf and Country Club, Jababeka Residence, Cikarang, Selasa (21/2).

Untuk tahap pertama, lanjut Sutedja, pembangunan Jababeka Residence akan meliputi kawasan hunian dan area komersial yang cukup lengkap, lewat penggarapan proyek superblok di kawasan tersebut.

“Hal ini, ditujukan untuk menyediakan hunian yang comfortable bagi konsumen khususnya kalangan end user maupun investor yang menginginkan kawasan hunian yang ramah penghuninya,” kata Sutedja.

Pengembangan Superblok

Salah satu proyek superblok yang tengah dikembangkan oleh Jababeka, kata Sutedja, yaitu kawasan mixed use development Movieland yang berisikan unit hunian, kawasan bisnis dan komersial.

“Wilayah hunian terpadu ini, dilengkapi pula dengan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan penghuni seperti hotel berbintang, sekolah, pusat belanja, area kuliner, universitas, supermarket, dan perkantoran,” tambahnya.

Untuk hunian vertikal, kata Sutedja, berwujud dalam pengembangan apartemen Elvis Tower dengan 384 unit. Lokasi proyek ini bersebelahan dengan Jababeka Office Tower, Culinary Center, Plaza Indonesia Jababeka, President University, dan juga Jababeka Convention hall.

“Apartemen yang diadopsi dari nama musisi terkenal Elvis Presley ini, ditawarkan mulai dari Rp 280 juta. Saat ini, harga jualnya telah mencapai Rp 400 jutaan atau mengalami kenaikan lebih dari 40 persen,” kata Sutedja.

Sukses membangun Elvis Tower, PT Grahabuana Cikarang kembali melansir Monroe Tower, yang merupakan apartemen setinggi 14 lantai. Ditawarkan mulai dari Rp 300 jutaan, Monroe Tower merangkum 378 unit. “Proyek Monroe Tower juga sangat diminati pasar. Karena itu, dalam waktu dekat akan kembali diluncurkan apartemen Monroe Tower tahap 2,” tambah Sutedja.

Jababeka Residence

Untuk tahun ini, lanjut dia, Jababeka Residence juga akan kembali melengkapi sebuah area komersial sekaligus tempat hangout terlengkap pertama di Cikarang, yaitu Hollywood Junction. Dengan total luas area 8000 meter persegi (m2) dan bangunan 3500 m2, lifestyle center seluas dua hektar ini dirancang dengan konsep semi terbuka (alfresco dining) yang merangkum hingga 20 tenants, lengkap dengan amphitheater, sociality store, salon dan supermarket.

Jababeka Residence juga semakin prospektif dengan hadirnya superblok Mayfair Estate & Parklands yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2019 mendatang. Megaproyek seluas 12 hektar ini merangkum pusat belanja, dua hotel berklasifikasi bintang lima, kapel pernikahan, ruang konvensi, service apartment, 9 menara apartemen strata, dan gedung perkantoran. Saat ini tahap pemancangan sudah selesai dan berlanjut ke tahap pembangunan struktur bangunan.

“Jababeka Residence menawarkan 3 keuntungan dalam setiap produk yang ditawarkan, yaitu capital gain sebesar 20 persen per tahun, rental yield hingga 12 persen, serta pembangunan berbagai fasilitas yang terus bertambah. Hal itu menjadikan Jababeka Residence sebagai kota mandiri yang potensial untuk berinvestasi sekaligus nyaman untuk dihuni,” kata Sutedja.

Kemudahan Aksesibilitas

Dinamisasi perkembangan hunian di kawasan Jababeka Residence, menurut Sutedja, tak lepas dari semakin terbukanya aksesibilitas dari dan menuju ke kawasan tersebut. Kawasan ini, juga memiliki keunggulan karena dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma, dekat dengan dua stasiun kereta api yang nantinya akan dilintasi Commuter Line yakni stasiun Lemahabang dan stasiun Cikarang.

Bahkan, kata Sutedja, stasiun Cikarang nantinya akan menjadi hub station untuk jalur kereta dari Jawa dan Bandung, termasuk rencana pembukaan pintu tol KM 29 yang direncanakan akan dilakukan di tahun 2017 menuju kawasan Jababeka.

“Kami sangat diuntungkan dengan pengembangan infrastruktur di timur Jakarta, termasuk area Jababeka, seperti rencana pembangunan dua stasiun Commuter Line Jabodetabek, termasuk jalur MRT (mass rapid transit), LRT (light rail transit), dan kereta cepat (high speed train),” tambahnya.

Pengembangan Jababeka Residence, kata Sutedja, diharapkan mampu mentransformasi citra Jababeka sebagai sebuah kawasan hunian terpadu yang eksklusif dan potensial, serta memiliki fasilitas yang sangat lengkap.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan yang kami lakukan menunjukkan progress yang sangat baik. Hal itu terwujud melalui pembangunan fasilitas komersial yang lengkap dan variasi produk hunian maupun investasi, sesuai rencana untuk menjadikan Jababeka sebagai kawasan kota mandiri terpadu yang berwawasan lingkungan dan eksklusif,” tambahnya.