Bangun Rumah Murah di Lahan BUMN, REI Minta Aturan Diperjelas

Big Banner

sas.setup({domain:’http://adnetwork.adasiaholdings.com’,async:true,renderMode:0});

sas.call(“std”,{siteId:134986,pageId:749845,formatId:44269,target:”});

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” data-pagespeed-url-hash=”692936075″/></a>

JAKARTA – Pemerintah berupaya menyasar lahan-lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membangun rumah-rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Berdasarkan wacana pemerintah, lahan yang akan dibidik adalah lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Upaya pemerintah ini pun dinilai positif. Pasalnya hal tersebut merupakan cara pemerintah dalam memberikan fasilitas rumah murah bagi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah. Namun, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, perlu ada regulasi yang jelas terkait hal itu.

“Sebenarnya apapun, sejauh itu tidak melanggar aturan dan aturannya jelas saya kira baik,” katanya usai menghadiri seminar Property Outlook Business & Trend 2017, di Ritz Carlton Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2017).

Jika aturan yang dibuat oleh pemerintah terkait pemanfaatan lahan BUMN untuk mendirikan rumah bagi MBR itu jelas, dia meyakini hal tersebut dapat memberikan sesuatu yang positif bagi masyarakat yang memang membutuhkan.

“Dan itu bisa diatur sedemikian rupa dan tidak melanggar saya kira kenapa tidak. Toh ini adalah kesempatan kita membantu rakyat yang berpenghasilan rendah untuk memiliki dan mendiami rumah yang layak. Tidak masalah,” lanjutnya.

Dengan adanya aturan yang jelas, dikatakannya mampu menjadi solusi bagi pemerintah dalam menyediakan rumah-rumah dengan harga yang murah bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Karena apa, ini tujuannya untuk memberikan kesejahteraan rakyat. Itu kan di atas segala-galanya. Tapi ada tata cara yang bisa diikuti tanpa melanggar hukum. Gitu saja prinsipnya,” tambah Soelaeman.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me