Masyarakat Minati Rumah Bersubsidi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Para pengembang yang menawarkan perumahan bersubisidi di Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 yang diselenggarakan Bank BTN di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan akhir pekan lalu cukup menuai sukses. Masyarakat sangat tertarik dengan rumah murah yang menyediakan banyak program bantuan dari pemerintah.

Ilustrasi Rumah Subsidi

Ilustrasi Rumah Subsidi

Menurut Gatot, pengembang perumahan Palumbon Tesa (7 ha) di Palumbonsari, Karawang Timur, Jawa Barat, pihaknya berhasil menjual lebih dari 700 unit selama pameran. “Rumah yang kami tawarkan tipe 36/72 dengan harga mengikuti patokan pemerintah yaitu Rp123 juta. Dengan depe 1 persen cicilannya hanya Rp800 ribuan selama 20 tahun, kami juga langsung mengajak 20 konsumen ke lokasi dan mereka sangat antusias,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/2).

Program 1 juta rumah, lanjut Gatot, sangat baik dan disambut sangat antusias oleh masyarakat. Ketika kunjungan ke lokasi perumahan banyak konsumen yang menanyakan apakah pihak pengembang mengembangkan proyek di wilayah lain karena mereka tertarik untuk menawarkan kepada saudaranya.

Di sisi lain, program yang sesungguhnya diluncurkan sejak April 2015 lalu ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Makanya ketika banyak kemudahan yang diberikan seperti subsidi bunga KPR, uang muka rendah, dan berbagai pembebasan biaya lainnya beberapa konsumen banyak yang langsung menghubungi kerabatnya untuk segera membeli rumah.

“Kami berharap pemerintah bisa konsisten dan terus mempermudah program perumahan ini karena kami bisa menjual rumah murah ini tanahnya sudah diakuisisi cukup lama. Kalau tidak ada program lanjutannya harga tanah yang memungkinkan untuk pengembangan rumah murah ini akan semakin jauh, jadi butuh peran pemda untuk bisa menjamin lokasi rumah murah,” imbuhnya.

Rumah murah lainnya yaitu Green Sentosa Asri di Sukatani, Cikarang, berhasil menjual sebanyak 100 unit. Menurut Eli Herawati, staf marketingnya, mestinya pemerintah bisa menaikan patokan gaji maksimal Rp5 juta dari saat ini Rp4 juta yang bisa membeli rumah bersubsidi.

“Banyak konsumen yang tidak bisa membeli karena gajinya di atas  Rp4 juta tapi di sisi lain mereka juga tidak sanggup membeli rumah komersial. Mestinya yang seperti ini juga bisa diwadahi dan dibantu juga karena kasihan mereka terus mengontrak,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me