Pasar Menengah-Bawah Masih Jadi Andalan Pertumbuhan Properti Loh…

Big Banner
Gambaran Apartemen Klaska Residence kalau sudah jadi pada 2020 mendatang. Foto: Rumah123/Klaska Residence

Pasar menengah ke bawah masih akan menjadi andalan pertumbuhan properti.  Kontribusinya sekitar 70 persen dari pasar perumahan saat ini. Potensi perumahan menengah-bawah disinyalir tetap besar mengingat backlog rumah di Indonesia masih mencapai belasan juta unit.

Yang masih mendominasi pasar saat  ini adalah proyek perumahan segmen menengah-bawah dengan harga unit kurang dari Rp500 juta. Juga segmen menengah dengan harga unit mulai Rp500 juta sampai Rp1 miliar.

Baca juga: Rumah Segmen Menengah Mendominasi Citra Indah Cibubur

Pemaparan tersebut disampaikan oleh pengamat properti Panangian Simanungkalit, seperti dikutip dari Kompas, Rabu (22/2). Di tengah perekonomian Indonesia yang masih lesu, potensi pasar menengah-bawah justru mengalami pertumbuhan.

Itu sebabnya para pengembang kini gencar menggarap properti berharga di bawah Rp1 miliar per unit, termasuk pengembang papan atas. Sebut saja Apartemen Podomoro Park di Jakarta Timur (Agung Podomoro Land), Apartemen South Gate di Jakarta Selatan. Di Surabaya ada Apartemen Klaska Residence (Sinar Mas Land) dan Apartemen The Newton (Grup Ciputra).

Baca juga: Rumah Segmen Menengah Mendominasi Citra Indah Cibubur

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, memprediksi tahun ini akan ada momentum pertumbuhan properti di Indonesia.

Akan tetapi, menurutnya, efeknya tidak akan terasa segera walaupun sektor apartemen milik (strata title) di Jakarta membaik. Pertumbuhan harga apartemen milik diperkirakan naik 5% dibandingkan dengan awal tahun atau meningkat 3,8% ketimbang 2016.

Sedangkan Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya, pada paparan Proyeksi Sinar Mas Land 2017 mengatakan, pihaknya mengandalkan penjualan lahan komersial untuk meraup pendapatan tahun ini.

Baca juga: Pasar Properti Kelas Menengah Masih Kuat

Targetnya untuk lahan komersial sebesar Rp2,85 triliun, naik ketimbang pendapatan 2016 yang sebesar Rp1,66 triliun. Sementara target penjualan dari residensial sebesar Rp3,53 triliun, lebih rendah ketimbang penjualan 2016 (Rp4 triliun).

“Sekitar 90 persen lahan kami ada di Jabodetabek, dan Bumi Srpong Damai adalah areal yang paling luas, sekitar 4.800 hektar per Desember 2016. Di sana, lahan di sepanjang jalan utamanya merupakan area komersial,“ katanya menegaskan.

 

rumah123.com