Pengembang Inovatif Akan Bertahan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kondisi sektor properti yang melemah beberapa tahun belakangan menuntut kalangan pengembang lebih inovatif dan jeli membaca pasar. Konsep produk, segmen, dan harga harus tepat sesuai keinginan pasar. Bila prasyarat ini terpenuhi terbuka kemungkinan produk yang diluncurkan akan menjadi tren di masa depan.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Sekarang harus jeli dan antisipatif,  pengembangan properti tidak bisa emosional tapi harus menyentuh pasar secara riil dengan inovasi dan konsep yang belum pernah ada sebelumnya. Yang seperti ini yang akan diserap pasar, salah satu caranya meniru konsep di negara lain tapi harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal,” ujar Jeffrey Hong, Managing Director Savils, konsultan properti internasional, di Jakarta, Kamis (23/2).

Jeffrey mengakui tidak mudah membaca kondisi pasar saat ini. Tahun 2016 yang diprediksi menjadi awal kebangkitan properti ternyata meleset. Seluruh subsektor properti tetap belum bergerak membaik. Tahun 2016 suplai apartemen di Jakarta sebanyak 10.500 unit, hanya terpaut sedikit dengan pasok tahun sebelumnya 11 ribu unit. Dengan kondisi seperti itu dan pasar belum pulih pengembangan apartemen selanjutnya harus dengan konsep menarik.

“Tahun ini pengembangan proyek infrastruktur akan menjadi penopang bisnis properti, tapi persaingan akan tambah ketat sehingga dibutuhkan inovasi baru. Inovasi itu harus dibarengi paket pemasaran yang juga menarik,” ujar Deden Sudarbo, Kepala Department Residential Sales Savills.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me