Di Jepang, Transportasi Massal Lebih Populer ketimbang Mobil Pribadi

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti — Transportasi massal diyakini dapat membentuk karakter suatu kota.

Negara-negara maju biasanya telah memiliki sistem transportasi massal yang sudah mapan. Contohnya di Tokyo, Jepang, kota metropolitan dengan jumlah penduduk puluhan juta jiwa.

“Tokyo ini penduduknya 30 juta (jiwa). Kalau seluruh pulau itu jumlah 120 juta, berarti seperempat penduduk negara tersebut tinggal di Tokyo,” ujar pengamat transportasi Irwan Prasetyo saat diskusi “Transportasi Massal untuk Siapa” di Planner Center, Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Menurut dia, untuk mengakomodasi mobilitas penduduk, Tokyo membangun subway, atau sejenis kereta api listrik (KRL) seperti di Jakarta.

Jaringan kereta ini membuat nilai lahan-lahan di sekitar stasiun kereta menjadi tinggi. Pasalnya, setiap orang bergantung pada transportasi ini.

Semua kalangan menggunakannya, tidak hanya pekerja biasa, tetapi juga para petinggi perusahaan. Subway ini menjadi acuan karena waktunya sangat tepat sampai per detiknya.

“Alhasil, karena sudah kental dengan subway, mobil enggak populer di sana,” sebut Irwan.

Ia melanjutkan, mobil hanya dipakai pada Sabtu-Minggu saat beraktivitas dengan keluarga. Irwan menambahkan, Indonesia harus memiliki visi, mau punya kota seperti apa.

“Apakah seperti Jepang yang compact, apa-apa dekat, dengan gedung-gedung vertikal. Misalnya Jalan Jenderal Sudirman jadi hub, semua tujuan ke Sudirman,” jelas Irwan.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me