Pinehurst Lampung Luncurkan Soho Mei 2017

Big Banner

JAKARTA – Pengembang kota mandiri Pinehurst Lampung meluncurkan proyek perdana Soho Shopping Arcade sebanyak 150 unit pada Mei 2017. Soho dibanderol mulai Rp 5 miliar per unit.

Chief Executive Officer (CEO) Pinehurst Tjhin Kian Phin (Ken) mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan Soho Shopping Arcade sebanyak 80% dari total unit yang ada.

“Kami akan membangun kota dalam kota di Lampung dengan menghadirkan Pinehurst. Tahap pertama ditandai dengan pembangunan Soho yang merupakan bangunan lima lantai. Kami menawarkan konsep yang sangat berbeda dan menarik di sini,” katanya, di Tangerang, baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, pembangunan Soho ini dimulai tahun 2017 dan dipastikan selesai dalam dua tahun ke depan. Soho ini akan menyasar investor maupun end user di Lampung.

“Kami sudah membuka priority pass dengan harga Rp 15 juta yang bisa kembali 100%. Saat ini, priority pass sudah dipesan sebanyak 100 unit. Antusias masyarakat Lampung ternyata luar biasa baik terhadap produk kami,” katanya.

Pemasaran Soho sebagai produk pertama di Pinehurst juga merupakan salah satu strategi perusahaan untuk menarik minat konsumen. Konsep Soho banyak diminati di kota-kota besar dan cocok diterapkan di Lampung. Selain itu, belum ada proyek properti serupa di Lampung.

 

Proyek Terpadu

Ken mengungkapkan, proyek besutan The Riady and Tanihaha Family (TRTF) ini mengusung konsep 9-in-1 Integrated Mixed Use Development dan Creative Art District serta diklaim sebagai yang terbesar di Sumatera. TRTF menggarap Pinehurst melalui PT Baja Bahagia Sejahtera.

Menurut Ken, perusahaan memilih Bandar Lampung sebagai lokasi pembangunan Pinehurst dikarenakan potensi ekonomi yang besar di sana. Ironisnya, sebagai kota dengan aktivitas pelabuhan, pertambangan, dan perkebunan yang besar, Lampung belum dimasuki oleh investor nasional maupun internasional.

“Kita melihat ada potensi sangat besar di Lampung. Masyarakat di sini memiliki daya beli yang sangat tinggi. Namun, sayangnya, tidak ada proyek yang bisa menampung investasi mereka. Jadi selama ini mereka investasi di Jakarta bahkan sampai Singapura. Dengan adanya Pinehurst, kami berharap mereka mau berinvestasi di sini,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada tahap kedua akan dibangun kawasan mixed use yang terdiri atas residensial, shopping center, sekolah, perkantoran, dan rumah sakit. Pengembangan proyek properti ini diperkirakan mencapai US$ 300 juta selama sepuluh tahun ke depan.

Pinehurst merupakan kota mandiri terintegrasi yang dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare (ha). Pinehurst terletak di lokasi paling strategis yaitu di Central Bussiness District (CBD) Bandar Lampung dan menawarkan gaya hidup kota global.