Biaya Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang Membengkak Rp 5,8 Triliun

Big Banner

Semarang, KompasProperti – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus berupaya menyelesaikan pembebasan lahan untuk keperluan Jalan Tol Semarang-Batang.

Kementerian PUPR sejauh ini telah menghabiskan Rp 3,1 triliun untuk membebaskan lahan di jalur tersebut.

Kepala Bidang Pendanaan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Arif Haryono mengatakan, anggaran pembebasan lahan untuk Tol Semarang-Batang saat ini seluruhnya menjadi Rp 5,8 triliun.

Awalnya, dana pembebasan Rp 4,7 triliun. Namun seiring berjalannya waktu, biaya membengkak karena bertambahnya kebutuhan luasan lahan yang perlu dibebaskan.

“Sampai saat ini yang terealisasi baru Rp 3,1 triliun, jadi masih kurang Rp 2,7 triliun. Total pembebasan tanahnya Rp 5,8 triliun,” kata Arif, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/2/2017).

 

Karena itu, BPJT saat ini terus melakukan upaya untuk mempersiapkan penandatanganan amandemen penambahan biaya dari Rp 4,7 triliun jadi Rp 5,8 triliun.

Kendati kebutuhan anggaran membengkak, Kementerian PUPR bersyukur karena pembebasan lahan sudah hampir selesai, khususnya di jalur padat penduduk di Semarang Barat sampai Kaliwungu (Kendal).

Saat ini, kementerian fokus mengejar target pembebasan lahan 100 persen hingga saat mudik Lebaran 2017 tiba.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang Jonahar mendukung langkah cepat BPJT yang melakukan proses pembebasan lahan. Hari Senin ini, sejumlah warga menerima ganti untung.

“Hari ini kita berikan ganti untung kepada 17 warga Semarang, total ganti untungnya senilai Rp 18 milyar,” sebut Jonahar.

Jalan Tol Semarang-Batang sepanjang 75 kilometer terbagi ke dalam lima seksi pengerjaan. Pengadaan lahan di tiap seksi bervariatif. Kata Arif, seksi I Batang-Batnag Timur sepanjang 3,2 kilometer sudah 100 persen.

Lalu seksi II Batang Timur-Weleri sepanjang 36,35 kilometer mencapai 94 persen. Kemudian seksi III dari Weleri-Kendal sepanjang 11,05 kilometer sudah mencapai 46,09 persen.

Seksi IV dari Kendal-Kaliwungu sepanjang 13,5 kilometer mencapai 33,27 persen dan seksi V di Kaliwungu-Semarang sepanjang 10,9 kilometer mencapai 94 persen.

“Kendalanya sudah teratasi. Kemarin ada masalah tanah kas desa, tanah wakaf, tanah instansi, tapi sudah clear. Fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) juga sudah,” tambahnya.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me