Pilah-Pilih Rumah di Kawasan Tetangga Serpong

Big Banner

Majalah Properti Indonesia edisi Maret 2017 di rubrik Property on Sale menurunkan tulisan di antaranya tentang Perumahan yang berada di kawasan tetangga Serpong yang menawarkan harga terjangkau bagi masyarakat kelas menengah. Tersedia dalam berbagai tipe dan desain.

Kawasan Serpong, Tangerang Selatan, terus berkembang. Kini, kawasan yang terletak 40 kilometer sebelah barat daya Jakarta itu telah menjadi kota terpadu dan pusat bisnis. Selain karena kedekatannya dengan Ibu Kota, kemudahan akses dengan pembukaan beberapa ruas jalan tol baru, ditambah lagi dengan adanya moda transportasi umum commuter line, sangat berpengaruh bagi pertumbuhan kawasan Serpong.

Tidak hanya hunian, berbagai fasilitas pun terus bertambah sehingga membuat penduduk Serpong tidak perlu keluar kawasan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan hidup, dari kebutuhan pokok sampai rekreasi.

Pesatnya kawasan Serpong tak pelak membuat harga tanahnya terus terkerek naik. Harga rumah di pusat kota Serpong, rata-rata sudah di atas Rp1 miliar. Hal itu membawa berkah bagi kawasan tetangga Serpong. Sebut saja kawasan Pamulang, Cisauk, Legok, Curug, hingga Tigaraksa.

Perumahan di kawasan tetangga Serpong itu masih banyak yang memasarkan rumah dengan harga terjangkau bagi masyakat kelas menengah yakni seharga di bawah Rp500 juta. Para pengembang perumahan di kawasan tetangga Serpong, selain melengkapi perumahannya dengan berbagai fasilitas, mereka juga “menjual” fasilitas yang ada di Kota Serpong, sebut saja AEON Mal, Summarecon Mal Serpong, berbagai universitas, dan kawasan komersial juga rekreasi.

Dengan harga terjangkau dan dekat dengan berbagai fasilitas yang ada di Kota Serpong, membuat masyarakat kelas menengah menyerbu perumahan yang ada di kawasan tetangga Serpong. Diperkirakan kawasan tetangga Serpong akan semakin berkembang jika jalan tol Sepong – Balaraja sepanjang 32 kilometer selesai dbangun. Proyek jalan tol Sepong – Balaraja mulai dicetuskan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang pada tahun 2002 lalu, dengan maksud menghidupkan kawasan ‘mati’ di Kabupaten Tangerang, seperti kawasan Cisauk, Page dangan, Legok, Curug, Panongan, Tigaraksa, dan Balaraja.

Pemerintah Kabupaten Tangerang ber sama konsorsium PT Astratel, Bumi Serpong Damai, dan PT Transindo Karya kini masih merampungkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja. Ditargetkan, pembangunan tahap pertama sudah bisa dilakukan pada awal tahun 2017.

Pengamat properti dari Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, secara otomatis jika terdapat suatu pengembangan infrastruktur maka ada beberapa dampak yang terjadi seperti misalnya kenaikan harga lahan dan bertumbuhnya properti di daerah tersebut.

“Secara umum harga lahan akan naik dan perumahan-perumahan baru akan mulai tumbuh,” ujar Ferry. MPI/YS

mpi-update.com